17 November 2021, 15:27 WIB

Sembilan Bulan Pertama 2021, Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp11,3 Triliun


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengantongi proyek baru sebesar Rp11,32 triliun pada sembilan bulan pertama 2021.

Nilai kontrak ini berarti naik 82,3% dari posisi yang sama tahun lalu yakni Rp6,2 triliun. 

Direktur Utama Adhi Entus Asnawi Mukhson dalam paparannya mengungkapkan bahwa ADHI membukukan pendapatan (revenue) sebesar Rp7,4 triliun pada September 2021.

"Adhi menjaga profitabilitas (laba bersih) sampai dengan  September 2021 (3Q21) sebesar Rp17,0 miliar, didukung peningkatan operational excellence dan pendapatan ventura bersama (proyek Join Operasi) di tengah pandemi covid second wave," ujarnya dalam paparan publik Adhi Karya di Jakarta,Rabu (17/11)

Rincian kontrak baru terdiri dari infrastruktur sebesar Rp 5,5 triliun, proyek-proyek gedung senilai Rp 3,3 triliun, properti sekitar 1 triliun, manufaktur sekitar Rp 400 miliar dan semlter Rp 1,8 triliun.  Sampai akhir tahun ini, Adhi Karya optimistis perolehan kontrak baru mampu bertumbuh hingga 20%.

Selain itu, Adhi juga terus memaksimalkan kinerja melalui pelaksanaan pembangunan proyek strategis nasional. Antara lain Jalan Tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74,2 km dengan progres per November 2021 sebesar 76,4 %.

Belanja Modal

Dalam kesempatan itu,  Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Adhi Karya Tbk, A.A.G Agung Dharmawan menjelaskan pihaknya telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp388,8 miliar. 

"Capex tahun 2021 direncanakan untuk investasi-investasi dalam rangka pengembangan bisnis yang dengan adanya covid gelombang kedua ini mengalami penyesuaian," jelasnya. 

Adhi Karya akan fokus memperbaiki struktur keuangan terutama dari sisi permodalan.Penambahan efek berupa utang yang mempengaruhi leverage perseroan akan dihindari. 

Adhi saat ini sekarang tengah melakukan beberapa aksi untuk memperbaiki ekuitas. Salah satunya dengan mendorong anak usaha melakukan penawaran umum perdana (IPO) serta penambahan modal dari pemegang saham. 

"Upaya-upaya ini tujuannya untuk meningkatlan equity yang kita miliki sehingga bisa menyerap rencana-rencana bisnis yang kita lihat ke depan masih ada prospek yang baik," ujar Agung Dharmawan.

Agung mengatakan, Adhi Karya juga mulai melihat berbagai skema yang paling mungkin untuk dilakukan terutama dari sisi pendanaan. Sejak tahun lalu, perseroan sudah mulai bergeser dan konsisiten mencari pendanaan yang bersifat project financing. 

"Langkah ini ditempuh dalam rangka memperkuat fondasi agar perusahaan bisa tumbuh secara berkelanjutan," tandasnya. 

Adapun saat ini Adhi mampu mempertahankan hasil credit rating pada posisi A- dengan outlook yang meningkat menjadi stable dari negative outlook di tahun sebelumnya. 

Hasil ini merupakan kepercayaan Pemeringkat Efek kepada Adhi karya  dikarenakan di tengah keadaan yang tak bersahabat, perseroan tetap tidak pernah menunda kewajiban dalam melakukan pembayaran.  Hasil ini juga sebagai indikasi baik atas kemampuan ADHI dalam menjaga komitmen keuangan di kemudian hari. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT