11 November 2021, 21:07 WIB

Industrial Transformation Asia-Pacific Ke-4 Digelar 22-24 November


Mediaindonesia.com |

BERSAMAAN dengan pulihnya berbagai negara dari pandemi, penguatan ketahanan industri tetap menjadi kunci untuk membangun dunia yang lebih baik di masa endemi covid-19. Demikian tema dari pameran Industrial Transformation Asia-Pacific (ITAP) ke-4 yang kembali digelar dari 22 hingga 24 November 2021 dalam format hibrida untuk memaksimalkan jangkauan regional dan mendorong keterlibatan dalam industri manufaktur dan industri terkait.

Dua pilar utama ITAP 2021 yaitu sumber daya manusia dan teknologi yang memberdayakan. Dua hal tersebut menjadi kunci untuk membangun ketahanan dan kelangsungan dunia di masa pandemi. Covid-19 masih menjadi masalah besar bagi perusahaan manufaktur yang melakukan produksi secara fisik dan aktivitas lapangan. Teknologi seperti artificial intelligence (AI), virtual reality (VR), dan augmented reality (AR) dapat membantu mengurangi masalah ini dengan memungkinkan produsen bekerja dengan aman, mengurangi risiko terpapar, sekaligus meningkatkan produktivitas. 

"Kami mengajak perusahaan-perusahaan untuk memanfaatkan kesempatan ini guna mengevaluasi proses bisnis mereka, meningkatkan keterampilan pekerja, dan membekalinya dengan keahlian yang tepat untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi. ITAP senantiasa menjadi platform industri di kawasan untuk mengeksplorasi solusi inovatif, memperluas jaringan kemitraan, dan membangun gudang alat mereka untuk pengembangan kemampuan," ujar Chua Wee Phong, Chief Executive (Markets), Constellar Holdings, selaku penyelenggara pameran, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/11).

Chief Executive Deutsche Messe, Jochen Köckler, mitra internasional ITAP menambahkan digitalisasi, berkelanjutan, dan rantai pasokan yang efektif menjadi kunci daya saing produksi. Pandemi dengan jelas menunjukkan kecepatan proses produksi dapat ditantang. Implementasi dan perluasan produksi yang berkesinambungan dalam industri 4.0 menjadi komponen yang semakin penting dalam pengembangan produksi. Kawasan Asia Pasifik dengan cepat berkembang menjadi hub bagi perusahaan teknologi yang terkait dengan industri 4.0. ITAP, lanjutnya, memberikan kesempatan bertemu secara langsung dengan perusahaan-perusahaan tersebut, merasakan inovasi teknologi dan menjalin kerjasama bisnis. 

Fokus tahun ini pada SDM dan teknologi merupakan hasil dari pengamatan mendalam terhadap negara-negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, yang memiliki sentimen kuat seputar tantangan tenaga kerja yang timbul akibat protokol jaga jarak. "Situasi ini akan terus berlanjut dan menciptakan kenormalan baru dimana perusahaan harus menyesuaikan pola kerja dan proses produksi. Ini akan menjadi kekuatan pendorong industri 4.0 dan kita perlu mengembangkan secara sistematis di semua dimensi untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan," ujar Siriwat Waiyanit, Wakil Ketua (Manufacturing Automation and Robot Center) Thai-German Institute, organisasi perdagangan pendukung ITAP di Thailand yang berfokus pada transfer teknologi manufaktur maju ke industri Thailand.

CEO CREST Malaysia Jaffri Ibrahim mengimbuhkan saat Malaysia pulih dari pandemi, penting bagi industri untuk mengadopsi teknologi industri 4.0 melebihi sebelumnya guna memungkinkan pemulihan bisnis dan sektoral bagi pengembangan sosial ekonomi masyarakat dan bangsa serta mencapai ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. CREST ialah kependekan dari Collaborative Research in Engineering, Science and Technology Centre di Malaysia yang berfokus pada Penelitian & Pengembangan, Pengembangan Bakat, dan Komersialisasi Industri E&E untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. 

Pada ITAP 2020 yang digelar selama tiga hari dan dikemas secara hibrida berhasil menghadirkan lebih dari 5000 pengunjung. Sekitar 40% pengunjungnya ialah pengambil keputusan perusahaan. Dengan penyebaran covid-19 yang melambat, ITAP 2021 diikuti lebih banyak peserta dan diprediksi dihadiri oleh lebih banyak pengunjung. Tahun ini lebih dari 100 peserta pameran di delapam paviliun akan hadir memamerkan produk terbaru mereka secara fisik. Sejumlah nama besar akan kembali hadir antara lain Siemens, Bosch, SAP, Trumpf, EOS, dan Delta.

Baca juga: Berkat Program OPIP Kementan, Petani Banyuwangi Panen Empat Kali Setahun

Constellar menargetkan lebih dari 15.000 pengunjung menghadiri pameran tahun ini. "Tahun lalu jumlah pengunjung digital dari Indonesia berada di peringkat kedua terbanyak mencapai 8% dari total pengunjung. Tahun ini dengan dibukanya paviliun Indonesia oleh Kementerian Perindustrian di pameran fisik ITAP 2021 di Singapore Expo akan semakin mengundang banyak para petinggi perusahaan Indonesia untuk hadir secara fisik di ITAP 2021," tutup Chua Wee Phong, Chief Executive (Markets), Constellar Holdings. (OL-14)

BERITA TERKAIT