08 November 2021, 21:06 WIB

Perusahaan Prancis dan Tiongkok Mulai Bangun Pabrik Litium Argentina


Mediaindonesia.com |

GRUP pertambangan Prancis, Eramet, menghidupkan kembali proyek bersama dengan Tsingshan dari Tiongkok untuk membangun pabrik produksi litium di Argentina. Pabrik ini untuk memasok industri mobil listrik yang sedang booming.

Konstruksi akan dimulai tahun depan pada deposit di provinsi barat laut Salta. "Fasilitas itu akan dibuka pada 2024," kata kepala eksekutif Emaret Christel Bories, Senin (8/11).

Pabrik itu diharapkan dapat memenuhi 15% kebutuhan litium Eropa, kata Bories kepada wartawan dalam konferensi. Logam itu merupakan komponen kunci untuk baterai mobil listrik.

Grup baja Tiongkok, Tsingshan, akan membayar US$375 juta untuk pembangunan pabrik. Ia memiliki 49,9% saham.

Eramet, yang memiliki hak atas deposit gunung, akan menyediakan US$25 juta dan memegang 50,1% saham.
Proyek tersebut sempat tertunda akibat pandemi virus korona. 

Itu merupakan bagian dari strategi Eramet untuk menjadi pemain utama dalam logam yang dibutuhkan untuk transisi energi dunia. Bories mengatakan pasar litium diperkirakan tumbuh dari 350.000 ton per tahun saat ini menjadi dua juta ton pada 2030.

Baca juga: Kemenkominfo Setujui Merger Indosat dan Tri

"Saat ini ada kekurangan litium," katanya. Pabrik Argentina itu diharapkan menghasilkan 24.000 ton litium per tahun. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT