05 November 2021, 23:47 WIB

Menperin Sudah Perkirakan Kinerja Manufaktur Melambat di Kuartal III 2021 


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku sudah memprediksi kinerja industri manufaktur melambat di kuartal III 2021. Hal ini seiring dengan penurunan angka pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama dibanding kuartal II tahun ini. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2021 mencapai 3,51% secara year on year (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya sebesar 7,07%. 

"Perlambatan ini sudah kami perkirakan, karena kasus covid-19 naik pada Juli-Agustus terlebih adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di beberapa wilayah," kata Agus dalam keterangan resmi, Jumat (5/11). 

Pada triwulan III 2021, sektor usaha industri pengolahan menyumbang 0,75% (yoy) terhadap pertumbuhan ekonomi, yang sebesar 3,51%. Sektor ini pun tumbuh 3,68% pada kuartal yang sama. 

Kemenperin menyebut, pertumbuhan industri pengolahan didukung peningkatan kinerja beberapa sub sektornya, seperti tumbuhnya industri alat angkut sebesar 27,84% yang didukung kenaikan produksi kendaraan bermotor sebagai dampak pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM-DTP). 

Baca juga : Kemenbub Siapkan Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma

Agus menyampaikan, meski pertumbuhan perekonomian nasional pada kuartal III/2021 agak sedikit melambat, Kemenperin meyakini saat ini kepercayaan diri para pelaku industri di tanah air sudah tumbuh kembali. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan industri lain. Seperti dari industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 9,71%, didukung oleh produksi farmasi dan obat-obatan untuk memenuhi permintaan domestik dalam penanganan Covid-19. 

Selanjutnya, industri logam dasar tumbuh 9,52% sejalan dengan peningkatan produksi untuk memenuhi permintaan luar negeri yang tinggi. Lalu, industri makanan dan minuman tercatat tumbuh 9,52%. 

Sektor manufaktur juga dikatakan Menperin, memberikan dampak positif terhadap kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) lapangan usaha industri penolahan non migas sebesar 5,69%. Lima besar kontributor berdasarkan lapangan usaha di periode ini adalah industri alat angkutan sebesar 17,48%, industri barang galian bukan logam sebesar 11,37%. 

Kemudian ada industri logam dasar sebesar 10,73%, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik 8,11%, serta industri karet barang dari karet dan plastik sebesar, 7,52%. (OL-7)

BERITA TERKAIT