04 November 2021, 16:23 WIB

BSI Peroleh Izin Prinsip Operasional di Dubai


Mediaindonesia.com |

DUBAI International Financial Center (DIFC) menyerahkan letter of incorporation kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Kamis (4/11). Langkah strategis ini menandai bahwa bank syariah terbesar di Tanah Air ini secara resmi dapat membuka pasar di wilayah Timur Tengah.

BSI menerima letter of incorporation terkait operasional di Dubai. Dengan akta pendirian tersebut, BSI resmi menjadi bagian dari DIFC. Hal itu membuat BSI selangkah lebih dekat untuk mencapai tujuan yakni menjadi pemain kunci dalam industri perbankan syariah global. 

Adapun dalam acara penyerahan letter of incorporation dihadiri pula Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Wakil Menteri 2 BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Handayani, dan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar. Selain itu hadir CEO DIFC Arif Amiri dan Chief Business Development Officer DIFC Salmaan Jaffery

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan saat ini BSI pun sedang dalam tahap akhir untuk memperoleh izin dari Dubai Financial Service Authority (DFSA) terkait pembukaan kantor representatif di Dubai. "Sebagai bank syariah terbesar, kami berharap dapat meraih potensi pasar syariah di dunia yang selama ini belum tersentuh secara optimal. Kami ingin menjadi pelaku utama dalam mendorong dan menumbuhkan ekonomi syariah Indonesia. Dengan demikian Indonesia bisa menjadi tokoh utama dalam ekonomi syariah dunia," ujarnya optimistis.

Menurutnya, kehadiran BSI di Dubai merupakan langkah strategis. Langkah ini pun menandai rekam jejak pertama BSI di pasar global. BSI akan menjadi bank dari Indonesia pertama yang memiliki kantor perwakilan di kawasan Timur Tengah. 

Dengan ekspansi ini, BSI berharap dapat mewujudkan misinya sebagai Top 10 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025. Kehadiran BSI di Dubai diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia tetapi juga mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab (UEA). Terlebih UEA merupakan salah satu pusat investasi global dengan Dubai sebagai pusat keuangan syariah global, termasuk sukuk. 

BSI akan mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai tersebut sebagai jembatan penghubung antara Indonesia dan investor global untuk menginvestasikan dananya pada proyek-proyek pemerintah, BUMN, dan proyek-proyek pembangunan lain di Tanah Air. Kehadiran BSI di Dubai juga diharapkan memperkuat hubungan bilateral dan multilateral antara Indonesia dengan negara-negara GCC di Timur Tengah. Pada Oktober 2021, pemerintah Indonesia baru saja meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Dubai untuk mengoptimalkan bisnis perdagangan dari Indonesia hingga Timur Tengah.

Tentu kehadiran BSI di Dubai juga diharapkan akan memudahkan akses bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mencari layanan dan informasi keuangan guna memberdayakan bisnis ekspor dan impor ke Timur Tengah. Hal ini perlu ditekankan untuk memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia khususnya pascapandemi covid-19.

Sebelumnya, pada Senin (1/11), BSI resmi merampungkan integrasi operasional dengan ditandai berlakunya single system. Dengan demikian, Hery memastikan bahwa BSI 100% siap memperluas bisnis ke depan. Diterimanya letter of incorporation oleh BSI semakin mengaskan langkah bank syariah terbesar di Tanah Air ini untuk mengembangkan bisnis pascapemberlakuan single system. Menurut Hery, pihaknya berkomitmen tak hanya ingin hebat di dalam negeri. 

BSI diproyeksikan menjadi bank syariah berskala global. BSI akan menjadi salah satu kekuatan utama pemerintah yang mematok target bahwa Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam ekosistem ekonomi syariah global ke depan.

Baca juga: Airlangga Beberkan Hasil Pertemuan dengan Pejabat Uni Emirat Arab 

Hery menambahkan, pihaknya selalu ingin mengedepankan value creation yang optimal dalam setiap langkah yang ditempuh BSI. Dengan demikian ke depan BSI akan selalu melakukan pengembangan produk, pengembangan layanan, serta peningkatan layanan lain yang diharapkan berdampak positif pada kinerja. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT