02 November 2021, 10:21 WIB

Indonesia-CEPA Telah Berlaku, Pelaku Usaha Norwegia Memiliki Harapan yang Tinggi atas Perjanjian Ini


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PER 1 November 2021,  hubungan ekonomi antara Inonesia dengan sejumlah negara anggota EFTA (European Free Trade Association) yang terdiri dari Islandia, Liechtenstein, Swiss serta Norwegia memasuki babak baru. 

Pada tanggal tersebut, perjanjian ekonomi komprehensif yang disebut sebagai Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) akan mulai berlaku atau enter into force.

Menyambut entry into force CEPA ini, Kedutaan Besar RI Oslo, Norwegia, menyelenggarakan kegiatan Hybrid Business Gathering  dengan mengundang sejumlah pelaku usaha Norwegia dan Indonesia baik secara langsung maupun virtual untuk membahas mengenai potensi dan peluang yang dibuka oleh perjanjian ini bagi hubungan dagang dan investasi Indonesia dan Norwegia.   

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia, Todung Mulya Lubis dan Director General for Trade Policy Norwegia, Erling Rimestad membuka kegiatan hybrid business gathering dihadapan sejumlah pelaku usaha dengan berbagai latar belakang seperti industri makanan dan minuman, tekstil, furniture dan handicraft, perikanan serta energi terbarukan yang berkumpul di Oslo. 

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber baik dari Indonesia maupun Norwegia yakni Ni Made Ayu Marthini, Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan; Ricky Kusmayadi, Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi; Mr. Ove Christian Owe, Specialist Director pada Kementerian Perdagangan Norwegia yang juga merupakan Chief Negotiator Norwegia.

Dubes Todung Mulya Lubis menjelaskan, para pelaku usaha Norwegia memiliki harapan yang tinggi atas perjanjian ini dan telah menyampaikan sejumlah permasalah yang selama ini dihadapi dalam berbisnis antara Indonesia dan Norwegia. 

“Diharapkan penerapan CEPA dapat mengatasi berbagai permasalahan lain selain tariff yang dihadapi oleh para pelaku usaha,” terangnya.

Perundingan CEPA melalui jalan yang panjang setelah negosiasi yang memakan lebih dari 8 (delapan) tahun dan akhirnya ditandatangani pada akhir tahun 2018 dan diratifikasi oleh semua negara pihak pada tahun ini. 

Dengan entry into force perjanjian tersebut pelaku usaha negara-negara yang menyepakati meraih benefit dengan semakin terbuka peluang pasar baru dalam perdagangan barang, industri jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, pengadaan pemerintah, persaingan, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.

Di bidang perdagangan barang, Negara-negara EFTA menghapuskan semua bea masuk atas impor produk-produk industri, termasuk ikan dan hasil laut lainnya, yang berasal dari Indonesia. Indonesia secara bertahap akan menghapus atau mengurangi bea masuk atas produk industri, termasuk ikan dan hasil laut lainnya, yang berasal dari Negara EFTA.

Lebih jauh, Dubes Lubis menjelaskan, pada tahun 2020, volume perdagangan Indonesia-Norwegia tercatat sekitar NOK 3,5 miliar atau US$ 376 juta, terdapat kenaikan 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor barang dan produk Norwegia ke Indonesia mencapai hampir US$ 200 juta, meningkat 44% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun di sisi lain, impor Norwegia dari Indonesia mengalami penurunan sekitar 12% sebesar US$ 177 juta. Volume perdagangan Indonesia-Norwegia hingga Agustus 2021 adalah US$ 149,9, dimana ekspor Indonesia ke Norwegia sebesar US$ 37,5 juta dan impor Indonesia dari Norwegia sebesar US$ 112,4 juta. Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 74,8 juta (sumber: Kementerian Perdagangan RI)

‘’Produk ekspor Norwegia ke Indonesia adalah produk ikan dan perikanan, produk minyak bumi, produk kimia termasuk pupuk dan mesin listrik. Produk ekspor Indonesia ke Norwegia yaitu alas kaki, pakaian jadi dan pakaian jadi, produk kayu termasuk furniture dan arang, serta peralatan telekomunikasi dan listrik,’’ jelas dia.

Kegiatan Hybrid Business Gathering tersebut dilanjutkan dengan Business Matching Trade Expo Indonesia 36 Indonesia-Norwegia dimana KBRI Oslo akan memandu para pelaku usaha Norwegia untuk mengikuti TEI 36 serta memfasilitasi terjalinnya pertemuan antara pengusaha Indonesia-Norwegia secara virtual.(RO/E-1)
 

BERITA TERKAIT