01 November 2021, 20:20 WIB

Kerja Sama Bright PLN-Sembcorp Berdampak Baik bagi Indonesia


M Ilham Ramadhan | Ekonomi

KERJA sama yang dilakukan anak perusahaan PLN, yakni Bright PLN Batam dengan perusahaan pengembang energi baru terbarukan (EBT) Singapura, Sembcorp Industries akan berimplikasi baik bagi Indonesia. Langkah itu juga dinilai mampu mendorong agenda perubahan iklim yang dibawa pemerintah.

"Tidak diragukan lagi, kerja sama Bright PLN–Semcorp ikut memberikan kontribusi dalam mengatasi perubahan iklim dan pencapaian zero carbon, seperti yang diamanahkan dalam COP Paris 2015," tutur pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi, Senin (1/11).

Kerja sama itu dimulai dengan penandatanganan perjanjian pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya sekitar 1GWp. PLTS itu didukung dengan sistem penyimpanan listrik Tenga Surya dalam skala besar yang akan di ekspor ke Singapura melalui kabel bawah laut.

Fahmy bilang, langkah Bright PLN dengan Semcorp akan menyatukan dua negara dalam mengatasi perubahan iklim pada masa transisi energi untuk mewujudkan zero carbon, seperti ditetapkan pada COP Paris 2015.

Untuk mewujudkan zero carbon, COP Paris 2015 telah memutuskan untuk menjalin kerja sama antar negara di bidang keuangan, teknologi, dan pengembangan kapasitas (capacity building) dalam rangka mengatasi perubahan iklim.

Salah satunya adalah kerja sama antarnegara dalam pengembangan EBT, yang dilakukan oleh Bright PLN–Semcorp. "Kerja sama ini sangat ideal lantaran Indonesia memiliki sumber tenaga matahari yang melimpah, sedangkan Singapura mempunyai teknologi EBT," imbuh Fahmy.

"Selain itu, kedekatan wilayah geografis dan pengalaman Indonesia dalam pengembangan PLTS menjadi pertimbangan bagi Singapura untuk menjalin kerja sama itu," sambungnya.

Kerja sama itu juga dinilai memberikan mutual benefit bagi kedua negara. Singapura akan mendapatkan pasokan listrik EBT dari Indonesia dengan harga lebih murah, sedangkan Indonesia dapat mengekspor setrum dalam skala besar. Ekspor setrum tenaga surya ini akan menggantikan ekspor gas yang tidak terbarukan.

*Ekspor setrum EBT itu juga akan semakin menggairahkan investasi pengembangan EBT di negeri ini. Pasalnya, proyek kerja sama itu menunjukan adanya peluang besar ekspor setrum EBT ke mancanegara," terang Fahmy.

Menurutnya, proyek kerja sama itu diperkirakan menambah sekitar 1.000 lapangan perkerjaan di Indonesia dan Singapura selama tahap konstruksi. Selain itu, proyek pengembangan PLTS itu akan dapat meningkatkan kemampuan teknologi (technological capabilities) tenaga kerja Indonesia di bidang EBT. (X-12)

BERITA TERKAIT