31 October 2021, 20:44 WIB

Maybank Indonesia Catatkan Laba sebelum Pajak Rp1,48 Triliun


Despian Nurhidayat |

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp1,48 triliun dari Januari sampai September 2021. Angka tersebut mengalami kenaikam 2,1% dari periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (profit after tax and minority interest/Patami) turun 3,3% menjadi Rp1,06 triliun dari sebelumnya Rp1,10 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh penyesuaian perhitungan pajak tangguhan atau deferred tax.

Net interest income (NII) atau pendapatan bunga bersih juga turun 4,7% menjadi Rp5,35 triliun pada sembilan bulan pertama 2021. Ini disebabkan pertumbuhan kredit yang lebih rendah dan tren yield kredit (loan yield) yang menurun sejalan dengan penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia dan restrukturisasi kredit nasabah yang sedang berlangsung akibat pandemi.

Namun demikian, net interest margin (NIM) atau margin bunga bersih naik 6 basis point menjadi 4,8% pada September 2021, didukung oleh turunnya biaya dana (cost of fund). Fee-based income perbankan turun 14,8% pada September 2021, disebabkan menurunnya pendapatan fee transaksi global market. 

Namun fee terkait bancassurance bertumbuh 43,2% menjadi Rp152 miliar pada September 2021. Secara kuartalan, pendapatan fee naik 4,8% menjadi Rp522 miliar per September 2021 dari Rp498 miliar di kuartal sebelumnya.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menilai bahwa roda perekonomian di kuartal III 2021 mulai bergairah kembali. Hal ini dapat dilihat dari tingkat optimisme di tengah masyarakat seiring menurunnya kasus positif covid-19 dan pelonggaran level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah di Indonesia. "Didukung berbagai program stimulus dan agenda vaksinasi pemerintah, kami percaya pemulihan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan kepercayaan pasar yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Minggu (31/10).

Meskipun perekonomian berangsur pulih, Taswin berkomitmen bahwa pihaknya akan tetap disiplin dalam mengelola pertumbuhan bisnis bank dan senantiasa menerapkan manajemen risiko yang konservatif di tengah kondisi yang menantang. "Di sisi lain, kami akan terus berinovasi dalam menyediakan berbagai produk dan solusi keuangan yang relevan bagi nasabah, sejalan dengan misi Bank, Humanising Financial Services. Dengan permodalan dan likuiditas yang kuat, kami siap menyambut peluang pertumbuhan, seiring dengan pemulihan ekonomi," ujarnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT