30 October 2021, 20:35 WIB

Green Station, Upaya Pertamina Berkontribusi pada Lingkungan


Adiyanto, Raja Suhud |

SEBUAH sedan yang didominasi kelir hijau itu terparkir di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10). Kasturi, sang pengemudinya, tampak bersantai sembari menunggu daya mobilnya penuh terisi. “Paling cuma sejam, dan itu cukup untuk perjalanan Jakarta-Bandung pulang-pergi,” terangnya kepada Media Indonesia, ketika ditanya butuh berapa lama untuk mengisi daya kendaraan yang sehari-hari digunakannya sebagai taksi online tersebut. Selain hemat, kata dia, kendaraan listrik yang digunakannya ramah lingkungan karena bebas polusi.

SPKLU ini merupakan bagian dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang letaknya di sisi rel kereta api arah Pasar Minggu dari Depok. SPBU ini merupakan salah satu Green Energy Station (GES) milik Pertamina. SPKLU yang diresmikan bersamaan dengan SPBU di Jalan MT Haryono secara virtual pada awal 5 Agustus lalu ini, memiliki fasilitas fast charging 50 kW dan juga dilengkapi dengan beberapa jenis plug charger (colokan) kendaraan yang memenuhi standar Eropa dan Jepang.

GES sendiri adalah sebuah konsep baru layanan terintegrasi bagi masyarakat sebagai konsumen di SPBU Pertamina dengan empat konsep utama, yakni Green, Future, Digital, dan High Tier Fuel sebagai komitmen dalam mendukung program pemerintah, khususnya pada sektor transisi energi dan operasional yang lebih ramah lingkungan.

“Ini adalah dukungan kami untuk memperkuat dan mempercepat penyiapan ekosistem hilir kendaran bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia. Saat ini sudah tersedia lima  Charging Station di SPBU Fatmawati II, SPBU MT Haryono, SPBU Lenteng Agung, SPBU Kuningan, dan SPBU Soekarno Hatta yang masih bisa dinikmati tanpa biaya,” kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution, dalam keterangan resminya yang diterima Media Indonesia, akhir Agustus lalu.

Maulana, kepala shift di SPKLU Lenteng Agung membenarkan. Menurutnya sejak beroperasi sekitar dua bulan lalu, para pemilik kendaraan listrik dapat mengisi daya di SPKLU itu secara cuma-cuma alias gratis. “Sejauh ini masih gratis, entah sampai kapan, mungkin sampai ada pemeritahuan lebih lanjut dari pusat,” ujarnya. Menurut penuturan Maulana, dalam sehari rata-rata kendaraan listrik yang mengisi daya di SPKLU itu sekitar tujuh buah. “Tapi ke depan saya kira bakal banyak yang menggunakan kendaraan listrik karena lebih ramah lingkungan,” katanya.

Saat meresmikan SPKLU ini secara virtual pada 5 Agustus lalu, Direktur Pertamina  Nicke Widyawati mengatakan hadirnya SPKLU ke depan dapat menurunkan emisi karbon dari sektor  transportasi. "Untuk itu, Pertamina berkomitmen melakukan transisi energi secara serius dan melibatkan program yang sangat masif. Target-target tersebut kemudian kami masukan ke dalam ESG initiative, baik secara langsung maupun tidak langsung di dalam operasionalisasi bisnis Pertamina," kata Nicke.

ESG (Environmental, Social and Governance) initiative adalah upaya perusahaan untuk mengedepankan lingkungan, sosial dan tata kelola untuk memitigasi tantangan sosial dan lingkungan yang kini kian kompleks. ESG juga merupakan faktor penting untuk menjaga perusahaan agar tetap bertahan di tengah derasnya perubahan. Inilah salah satu cara yang dilakukan pertamina dengan mengembangkan konsep Green Station, lewat pembangunan sejumlah SPKLU. Hal ini sekaligus memperkuat strategi Pertamina untuk berkontribusi dalam upaya menurunkan emisi, serta ambil bagian dalam konsep green economy atau ekonom hijau yang sedang digalakkan di sejumlah negara, termasuk Indonesia. (E-2)

BERITA TERKAIT