29 October 2021, 19:45 WIB

Airlangga Ungkap Capaian Kerja Sama IMT-GT dan Cetak Biru 2022-2026


medaindonesia.com | Ekonomi

MEMASUKI akhir periode cetak biru 2017-2021 kerja sama segi tiga pertumbuhan Indonesia, Malaysia, Thailand-Growth Triangle (IMT-GT), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian dan cetak biru 2022-2026.

Menurut Airlangga, panduan kerja sama dari IMT-GT berdasarkan visi 2036 dijabarkan dalam strategi lima tahunan melalui cetak biru. Airlangga menjabarkan, ke depannya proyek-proyek yang ada dalam kerja sama akan diarahkan untuk mendukung poin-poin dalam koridor ekonomi yang sama. 

"Lima strategi yang disiapkan utuk cetak biru 2022-2026 yaitu pertama, pendekatan koridor ekonomi dan integrasi regional. Kedua, mendorong partisipasi sektor swasta. Ketiga, mendukung pertumbuhan yang inklusif. Keempat, mengadopsi perkembangan ekonomi hijau, biru, dan sirkular. Kelima, penyesuaian kelembagaan yang bersifat lintas sektoral," papar Airlangga, dalam konferensi pers IMT-GT, Kamis (28/10).

Kerja sama  IMT-GT periode 2017-2021 telah terbukti memacu pembangunan perekonomian dan memperkecil kesenjangan antara wilayah.

Berdasarkan hal tersebut, Airlangga mengatakan agar cetak biru tahap kedua lebih ditekankan pada pendekatan proyek atau program yang lebih konkret.

Mengenai proyek konektivitas dan prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi, meliputi jalan, pelabuhan, bandara Information and Communication Technology (ICT), saat ini terdapat 14 proyek konektivitas yang telah selesai, yang tersebar di tiga negara. 

"Terdapat 14 proyek konektivitas prioritas yang telah selesai, lima proyek di Indonesia, tiga proyek di Malaysia, dan enam proyek di Thailand. Total proyek senilai Rp 39 triliun," ujar Airlangga.

Guna menjamin keberlanjutan dalam koridor ekonomi, saat ini terdapat lima koridor ekonomi yang menghubungkan titik utama antara tiga negara tersebut. Agar meningkatkan keterhubungan laut antar wilayah di tiga negara, Airlangga menyebut akan ada penambahan koridor baru. 

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan arahan khusus dari Presiden Joko Widodo.

Airlangga mengatakan, presiden mengarahkan untuk percepatan hard dan soft infrastruktur, mendukung ketahanan pangan dan energi dengan melakukan identifikasi produk pertanian yang bernilai tambah tinggi, agar dikembangkan lebih lanjut.

"Kemudian percepatan tranformasi ekonomi digital termasuk sektor UMKM, berbagai langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa UMKM masuk dalam pasar digital," pungkas Airlangga.

Pertemuan IMT-GT sendiri merupakan building block dari kerja sama di ASEAN yang melibatkan beberapa provinsi di tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang secara geografis berdekatan. Kerja sama tiga negara tersebut meliputi tujuh bidang, yaitu pariwisata, perdagangan, investasi, transportasi, pertanian, lingkungan, sumber daya manusia, serta kerja sama di bidang halal.

BERITA TERKAIT