27 October 2021, 20:35 WIB

Garam Impor Rusak Harga Garam Rakyat


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk segera mencari solusi atas berbagai persoalan garam rakyat, terutama terkait harga yang sangat rendah.

Pemerintah mencatat dalam lima tahun terakhir harga garam rakyat mengalami fluktuasi dengan tren menurun. Pada 2020, di musim panen raya, harga garam masih mencapai Rp600 per kilogram. 

Tahun ini, harga komoditas itu anjlok menjadi Rp100-Rp200 per kilogram. Penurunan yang sangat signifikan itu, ucap Moeldoko, terjadi karena kebijakan impor garam industri yang dilakukan secara sembarangan.

"Ke depan, tidak boleh ada lagi impor garam oleh pihak ketiga. Impor harus langsung ke industri atau produsen supaya tidak menghancurkan pasar yang bisa berdampak pada anjloknya harga garam rakyat," ujar Moeldoko dalam rapat kerja para tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP), di Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/10).

Masalah menjadi semakin parah lantaran pemerintah saat ini belum memiliki aturan terkait harga acuan terendah untuk melindungi petani. Ia pun memastikan akan menggelar rapat koordinasi bersama para menteri terkait guna membahas tata niaga garam secara detail.

Baca juga: Terus Semangat Kembangkan Pertanian, Komisi IV DPR RI Apresiasi Petani Banyuasin

"Kesulitan masyarakat, termasuk petani garam, harus segera kita selesaikan melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT