27 October 2021, 19:52 WIB

Cara Pebisnis Senior Tangguh Atasi Disrupsi dan Pandemi


Mediaindonesia.com |

DISRUPSI teknologi dan pandemi covid-19 telah memberikan tantangan berat bagi dunia bisnis. Selain krisis multidimensi, ke depan pebisnis juga akan menghadapi situasi ketidakmenentuan. Karena itu dibutuhkan ketangguhan dan ketangkasan dalam merespons tantangan itu. 

"Jangan pernah menyerah dalam menghadapi masa krisis, karena kapan pun, di mana pun krisis pasti akan ada. Yang penting mau bangkit, putar otak cari solusi, dan berani mengambil keputusan," ungkap Adji Watono, Founder Dwisapta & Chairman Dentsu, saat berbagi dalam webinar bertajuk Leadership Wisdom: Building Resilience and Agility in Good Times dan Bad Times yang digelar Majalah Swa, Rabu (27/10).  

Ia juga membagikan enam wisdom Adji Watono keluar dari krisis. Enam hal itu yakni berpikir positif, adaptif, kreatif & inovatif, ciptakan peluang-peluang baru, siap bergotong royong & berkolaborasi, improve all the time, go digital & lakukan continuous improvement, serta profesional & produktif. 

Pada kesempatan itu pula, Founder & President Commisioner PT Paragon Technology and Innovation, Nurhayati Subakat, menjelaskan perusahaannya memiliki lima core values yang sekaligus menjadi kunci mereka menghadapi krisis. Lima nilai tersebut yaitu ketuhanan yang mencakup integritas dan kejujuran; kepedulian mencakup saling membantu, saling peduli, termasuk berkolaborasi; kerendahan hati yakni rendah hati untuk mau belajar; ketangguhan; dan inovasi. 

"Terutama selama masa pandemi, sebagian besar karyawan kami terutama yang di pabrik untuk produksi mereka tidak mungkin bekerja dari rumah. Saya secara langsung memotivasi mereka. Saya menyampaikan mereka bekerja di tengah pandemi merupakan ibadah untuk mempertahankan perusahaan ini. Mereka ibarat pahlawan yang akan menyelamatkan perusahaan karena produksi tetap bisa jalan," jelas Nurhayati. 

Cerita lain disampaikan Presiden Direktur RS Awal Bros Group dan Primaya Hospital, Arfan Awaloeddin. Di masa awal pandemi covid-19 melanda, ada ketakutan dari masyarakat untuk berobat ke rumah sakit. Tenaga medis seperti dokter dan perawat juga tidak kalah takut jika harus merawat pasien positif covid-19. "Dalam situasi demikian, para tenaga medis dan karyawan diberi pendampingan oleh psikolog untuk menenangkan dan menguatkan mereka menghadapi pasien covid-19 yang membeludak. Pasien juga diberi edukasi," tuturnya.

Untuk keselamatan seluruh perusahaan di tengah pandemi, Arfan menerapkan strategi DAMO. Pertama, Discover yang berarti pebisnis harus mengikuti perubahan, sehingga mendapatkan contoh pengalaman baru dengan memberikan cara berbeda atau berinovasi untuk melayani. Lalu Adventure yang bermakna pebisnis harus mencari cara alternatif untuk terus berkembang, jangan terpaku pada satu metode. Kemudian Momentum yang mendorong pebisnis memperoleh momentum berupa kesempatan atau peluang bisnis baru. Lantas Outlook agar pebisnis harus melihat lanskap industri dari atas atau perspektif luas. 

Komisaris Utama Samudera Indonesia, Shanti L. Poesposoetjipto, juga membagikan pengalamannya sebagai generasi kedua yang membawa perusahaan keluarga melewati berbagai krisis. Shanti mengakui bahwa krisis akibat pandemi saat ini dirasakan berat bagi perusahaan yang belum bertransformasi ke dunia digital. Ia mengaku beruntung karena Samudera Indonesia sebagai perusahaan transportasi barang lintas negara dan kota sudah lama mengimplementasikan digitalisasi. 

"Digitalisasi membantu kami menjadi lebih efisien karena biaya perjalanan berkurang banyak," ungkapnya. Karena digitalisasi pula, Samudera memperoleh informasi lebih awal tentang pandemi covid-19. Selain itu sebagai generasi kedua dan kini bersama dengan generasi ketiga membangun Samudera Indonesia, Shanti mengaku ada tiga sikap penting yang menjadi pedoman para penerus Samudera. Pertama, saling berempati di antara anggota keluarga dan seluruh manajemen perusahan. Kedua, menjaga visi yang sudah dibangun pendiri perusahaan. Ketiga, berpikir terbuka agar bisa melihat dan melangkah ke depan.     

Webinar itu merupakan rangkaian dari peluncuran buku Legacy & Wisdom: Inspirasi Bisnis dan Nasihat Kepemimpinan dari Para Pebisnis Senior Panutan terbitan PT Swasembada Media Bisnis. Buku ini berisi beragam ilmu, pengalaman hidup, dan kebijakan bisnis yang telah dijalankan dan dikembangkan dengan baik  oleh para legenda hidup pemimpin bisinis Indonesia. Ada sembilan tokoh bisnis utama Indonesia yang sekarang telah menjadi legenda hidup dalam dunia bisnis Indonesia yang diulas dalam buku ini yaitu Adji Watono, Arfan Awaloeddin, Theodore P.Rachmat, Shanti L Poesposoetjipto, Nurhayati Subakat, Kuncuro Wibowo, Djoko Susanto, Stanley S Atmaja, dan George S Tahija. (RO/OL-14) 

BERITA TERKAIT