27 October 2021, 16:54 WIB

Produksi Tembaga Freeport di Papua Bakal Dinaikkan Hingga 4 Juta Ton


Despian Nurhidayat |

PEMERINTAH menjanjikan peningkatan kapasitas produksi tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua menjadi lebih dari 3,8 juta ton. Mengingat, banyaknya protes terkait pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan hasil tambang (smelter) PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur.

"Insyaallah doakan agar secepatnya kapasitas produksi copper Freeport dari 3 juta, kita tingkatkan jadi 3,8 juta (ton) atau menjadi 4 juta (ton)," ujar Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/10).

"Sisa itulah kemudian yang akan dibangun smelternya di Papua. Sejak saya masuk anggota kabinet, saya sudah memperjuangkan ini agar salah satu smelter Freeport dibangun di Papua," imbuhnya.

Baca juga: Jokowi: Alih Kelola Freeport Hingga Blok Rokan Bukti Keseriusan Hilirisasi

Bahlil mengaku pihaknya menerima banyak protes dari berbagai kalangan di Papua. Mulai dari pengusaha, organisasi kepemudaan, masyarakat adat, hingga intelektual, yang mempertanyakan belum dibangunnya smelter di Tanah Papua.

"Saya mengikuti betul dinamika di Papua dan Papua Barat, khususnya terkait aspirasi yang disampaikan saudara-saudara saya. Baik itu Kadin, asosiasi, organisasi adat, bahkan sebagian kelompok intelektual. Itu menyampaikan saran, kenapa smelter dibangun di Gresik?," papar Bahlil.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pembangunan smelter di Gresik sudah direncanakan sejak 2017-2018 lalu. Adapun wilayah Gresik dipilih lantaran saat itu infrastruktur di Papua dinilai belum mumpuni, khususnya terkait akses kelistrikan.

Baca juga: Bangun Smelter Single Line Terbesar, Freeport Kucurkan Rp42 Triliun

Pihaknya pun telah melakukan komunikasi intens dengan Presiden Joko Widodo terkait protes masyarakat Papua soal pembangunan smelter di Papua. Pemerintah dikatakannya telah merumuskan sejumlah langkah komprehensif, termasuk melibatkan PTFI dan Kementerian ESDM.

Dalam hal ini, untuk memenuhi aspirasi masyarakat Papua, dengan mendorong kapasitas produksi tembaga PTFI, agar sebagian bisa diolah smelter di Papua. Saat ini, kapasitas produksi tembaga PTFI mencapai 3 juta ton. Dengan rincian, sekitar 1,3 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pabrik eksisting di Papua. 

Adapun sisanya 1,7 juta ton akan masuk ke smelter di Gresik, yang baru diresmikan pembangunannya oleh Presiden pada Oktober lalu. Bahlil juga meminta masyarakat Papua untuk mendukung rencana pembangunan smelter di Bumi Cendrawasih.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT