26 October 2021, 17:51 WIB

Transformasi Digital, Kantor Cabang Bank Berkurang 2.593 Unit


Fetry Wuryasti | Ekonomi

DALAM beberapa tahun terakhir, Otoritas Jasa Keuangan melihat perbankan nasional telah mulai melakukan transformasi digital termasuk mengembangkan layanan dan produk digital. Proses digitalisasi terjadi semakin masif selama pandemi. Akselerasi transformasi digital pada perbankan sebagai dampak perubahan ekspektasi masyarakat akan layanan perbankan dapat terlihat dari beberapa fenomena.

"Pertama, penurunan jaringan kantor bank. Pada periode tiga tahun terakhir (2017 sampai dengan Agustus 2021) jaringan kantor bank tercatat telah mengalami penurunan sejumlah 2.593 kantor," kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat dalam webinar Peluncuran Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10). Hal ini dilanjutkan dengan peningkatan transaksi mobile banking dan internet banking transaksi SMS/mobile banking meningkat dari Rp1.159 triliun pada 2016 menjadi Rp4.684 triliun di Agustus 2021 atau naik lebih dari 300%.

Transaksi internet banking meningkat dari Rp13.223 triliun pada 2016 menjadi Rp20.096 triliun di Agustus 2021 atau kenaikan hampir 50%. Peningkatan transaksi uang elektronik transaksi uang elektronik meningkat signifikan dari Rp5,28 triliun pada 2015 menjadi Rp204,9 triliun di 2020 atau meningkat hampir 4.000%.

Peningkatan juga terjadi pada realisasi layanan perbankan elektronik dan layanan perbankan digital (LPE/LPD). "Kami mencatat kenaikan realisasi LPE/LPD beberapa tahun belakangan. Pada 2018, terdapat 85 realisasi LPE/LPD, meningkat menjadi 112 realisasi LPE/LPD di 2019 dan 124 realisasi LPE/LPD di 2020," kata Teguh.

Peningkatan number of account dana pihak ketiga (DPK) dari LPE/LPD peningkatan realisasi LPE/LPD di dalam intermediasi perbankan berpengaruh kepada peningkatan DPK. Terjadi peningkatan number of account (NOA) dari LPE/LPD dari 264 juta NOA di 2018 menjadi sebesar 337 juta NOA di 2020.

Terkait ketersediaan layanan digital onboarding, kini terdapat 18 bank yang telah menyediakan layanan digital onboarding tanpa tatap muka langsung dan 11 bank yang menyediakan layanan Open API sebagai sarana kolaborasi antara bank dengan fintech, marketplace, dan lembaga lain sebagai pendukung terciptanya ekosistem keuangan digital. Tren digitalisasi perbankan turut didukung oleh besarnya digital opportunity yang dimiliki Indonesia. 

Pada 2025, Indonesia berpotensi memiliki pasar e-commerce dengan pertumbuhan tertinggi di kawasan ASEAN yakni US$124 miliar. Hal ini juga didukung oleh potensi pasar yang besar serta transaksi keuangan digital yang meningkat. Selain itu, kepemilikan perangkat yang mendukung transformasi digital seperti mobile phone dan laptop sudah mencapai lebih dari 50%.

Baca juga: Bareng BI, BPKH Gelar Konferensi Haji Internasional Dukung Pemulihan Ekonomi

Masyarakat Indonesia juga rata-rata mengakses internet lebih dari delapan jam per hari. Selain itu, persentase masyarakat yang mengakses banking apps sebesar 39,2%. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat ruang bagi sektor jasa keuangan untuk meningkatkan share lewat akselerasi transformasi digital. (OL-14)

BERITA TERKAIT