26 October 2021, 14:28 WIB

Akibat Serangan Siber, Jasa Keuangan Indonesia Rugi Rp246 Miliar


Fetry Wuryasti | Ekonomi

TERKAIT ancaman kejahatan siber yang menyerang institusi lembaga jasa keuangan, OJK sedang menyiapkan peraturan terkait hal tersebut. Soalnya, kerugian akibat serangan itu tergolong besar.

"Selama ini insiden serangan siber yang terjadi dilaporkan oleh direktur kepatuhan OJK dan direspons bekerja sama dengan Bareskrim serta melakukan mitigasi risiko oleh perbankan yang bersangkutan untuk memulihkan sistemnya," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana dalam Peluncuran Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10).

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat menjelaskan terkait dengan serangan siber, estimasi kerugian dunia yang dirangkum IMF rata-rata US$100 miliar per tahun, di Indonesia pada periode semester I 2020-semester I 2021 terdapat kerugian akibat serangan siber sebesar Rp246 miliar.

"Ini kerugian riil. Sedangkan kerugian potensial sekitar Rp208 miliar. Tapi dari kerugian riil dan potensial ini ada recovery sekitar Rp302 miliar. Kalau melihat data mulai semester I 2020 ada sekitar 1.773 kejadian, lalu di semester II 2020 ada 3.201 kejadian, semester I 2021 ada penurunan 2.113 kejadian," kata Teguh.

Baca juga: Terima SMS Penawaran Pinjol, OJK: Sudah Pasti Ilegal!

OJK berfokus dengan manajemen risiko dan telah mengeluarkan consultative paper terkait dengan manajemen risiko siber. Ini untuk menjadi pedoman awal sebelum nanti diterbitkan POJK manajemen risiko siber. (OL-14)

BERITA TERKAIT