25 October 2021, 13:47 WIB

Dikabarkan Pailit, BUMN Ogah Suntikan PMN ke Garuda


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MESKIPUN ada opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) akibat utang segunung maskapai yang mencapai Rp70 triliun, upaya penyelematan dengan suntikan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tidak menjadi pilihan utama dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Mengenai opsi, apakah ada PMN dan sebagainya, kami saat ini berusaha betul, supaya sedikit-sedikit tidak di suntik PMN yang rugi (perusahaan BUMN), jangan gitu. Kita harus membangun namanya BUMN-BUMN yang sehat," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam rekaman video, Senin (25/10).

Kementerian BUMN, ungkapnya, lebih memfokuskan usaha penyelamatan krisis Garuda lewat negoisasi dengan para lessor terkait utang dalam menyewa pesawat selama ini.

"Kalau disuntikan (PMN) juga akan sangat banyak kebutuhan anggaran untuk Garuda. Jadi, lebih baik kita cari dulu solusi tahap pertama adalah negosiasi dengan para pemilik piutang Garuda. Ini yang kita lakukan," ucapnya.

Arya pun mengungkit, manajemen Garuda sejak masa lalu dinilai tidak beres dalam hal penyewaan pesawat, yang mana harga yang dipatok lessor ke Garuda tercatat paling tinggi di dunia, yakni mencapai 60%. Alhasil, kondisi itu membebani kinerja keuangan perseroan.

Baca juga : Menaker Luncurkan Beasiswa Pelatihan Talenta Santri

"Kita tahu kondisi Garuda saat ini karena dulu itu kan ugal-ugalan dari penyewa-penyewa pesawat yang dilakukan oleh pihak Garuda. Ugal-ugalan ini yang membuat kondisi Garuda seperti ini dan diperparah dengan kondisi korona. Mereka punya pondasi yang sangat jelek," tudingnya.

BUMN pun mengaku akan berupaya keras membereskan carut marut Garuda dengan mengambil langkah yang rasional, seperti intens bernegoisasi dengan lessor atau para kreditur. Saat ini emiten itu akan kembali menghadapi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kedua, yakni dari perusahaan System Integrator (SI) skala nasional yang menyediakan jasa IT, Mitra Buana Koorporindo.

"Kita harus lihat dengan real dan lebih rasional dengan kondisi Garuda saat ini. Tidak sekadar sentimen dan sebagainya, kita harus menyelamatkan dengan cara negosiasi," kata Arya.

"Kalau negosiasi gagal baru kita cari opsi lain dan kita akan carikan cara-cara lain, agar BUMN ini tetap memiliki pesawat. Kita tunggu saja bagaimana negosiasi itu," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT