23 October 2021, 18:53 WIB

Erick Ajak Para Bupati Bangun Road Map dan Peta Potensi Daerah 


mediaindonesia.com | Ekonomi

SETELAH berlangsung tiga hari, Apkasi Otonomi Expo 2021 resmi ditutup oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Pre Function Balai Sidang, Jakarta Convention Center, Jumat (22/10). Erick menyatakan siap bekerja sama dengan para bupati untuk membangkitkan ekonomi di daerah. 

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa dampak pandemi Covid-19 memang sangatlah berat, menghancurkan sendi-sendi kehidupan, tidak hanya masalah kesehatan namun juga masalah ekonomi.

“Dibandingkan dengan krisis 1998 dan 2008 waktu itu hanya menyentuh masalah finansial, tapi krisis yang terjadi saat ini benar-benar menciptakan kesenjangan yang sangat mengkhawatirkan. Di mana Covid-19 memunculkan yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, yang besar makin besar dan yang kecil makin kecil," dalam keterangan pers, Sabtu (23/10). 

"Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, ini rahasia Allah SWT, tapi tentu kita harus mengintervensi keadaan, berpihak pada keadaan, tentu kita-kita yang diberi amanah sebagai pemerintah pusat, pemerintah daerah atau siapa pun yang memangku kebijakan," jelasnya.

"UMKM, ekonomi rakyat ini yang harus mulai dibangkitkan. Sebagai pimpinan tidak boleh terlenggu dengan situasi yang bertahan tapi kita juga memastikan mendorong supaya bangkit," ujar Erick.

Untuk membantu membangkitkan perekonomian itu, Erick meminta daerah membuat road map dan memetakan potensi industri daerah masing-masing.

"Oleh karena itu saya mengajak pemimpin daerah harus menyadari road map ke depan, karena tadi akibat pandemi ada industri yang hilang dan tumbuh. Kalau pemangku kebijakan daerah tidak memetakan kekuatan masing-masing daerah, itu yang bisa membahayakan industri daerah yang tidak tumbuh," jelasnya.

Erick mengajak kepala daerah bisa melakukan hal-hal yang mirip dengan yang dilakukan Kememterian BUMN, yakni Indonesia Sehat di mana suka tidak suka ancaman kesehatan akan terus terjadi.

Kemiripan di daerah, menurut Menteri BUMN, adalah pertama, bagaimana kepala daerah bisa memastikan rumah sakit dan puskesmas menjadi tulang pungung bagi pusat pelayanan kesehatan masyarakat.

Kedua adalah Indonesia Bekerja, yang fokus membuka lapangan kerja terutama untuk antisipasi bagi yang terdampak Covid-19.

Ketiga, Indonesia tumbuh melalui teknologi digital, di mana e-commerce mencatatkan pertumbuhan yang bagus dengan syarat ini harus bisa mengangkat UMKM lokal, bukan sebaliknya malah banjir barang-barang impor.

Erick juga mengajak para bupati untuk mendorong industri makanan dan minuman dan industri lainnya melalui penggunaan aplikasi. Strateginya bagaimana konten lokal tumbuh dan industril lokal juga bisa berkembang.

“Saya mengajak para bupati memikirkan road map seperti yang saat ini dilakukan Kementerian BUMN melalui Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh di tempatnya masing-masing," ujarnya.

"Kalu kita bergotong royong bersama-sama, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan generasi muda kita, dan seluruh rakyat Indonesia, Insya Allah kita akan terus tumbuh, kita akan terus besar, tetapi sudah seharusnya kita juga bisa merdeka berdaulat untuk kejayaan Indonesia,” tutur Eruck.

Erick berpesan agar kegiatan Apkasi Otonomi Expo terus diperbaiki, dimanfaatkan sebagai ajang promosi secara tepat sasaran sesuai dengan road map masing-masing daerah.

Ia menambahkan,“Saya terbuka untuk bekerjasama dengan para bupati toh program-program tadi itu bukanlah program pribadi, tapi program yang mesti kita gulirkan bersama-sama, dan saat ini kita tidak mungkin berdiri sendiri, tapi kita mesti cocok investasinya, dan juga cocok dengan strateginya.”

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang selaku Ketua Panitia Apakasi Otonomi Expo 2021 melaporkan bahwa pameran tahunan yang diselenggarakan Apkasi ini terdiri dari rangkaian kegiatan utama yakni, pameran yang tahun ini diikuti 85 peserta, terdiri dari 75 pemerintah kabupaten, 4 kementerian, 2 pemerintah Provinsi, 1 BUMN dan 8 kalangan swasta.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan tertib dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat menempati 140 stand. Pengunjung tercatat 8.000 pengunjung terdiri dari masyarakat umum dari kalangan umum dan investor dan dari dinas-dinas terkait,” terang Sarman.

Ia melanjutkan, kegiatan kedua adalah Executive Dialogue dengan menampilkan narasumber di antaranya Wakil Menteri Perdagangan Jery Sambuaga, dari Kementerian, LKPP dan BUMN. "Untuk mempercepat perekonomian daerah adalah kewajiban semua pihak. Kami mempertemukan semua stakeholder, baik pembuat kebijakan pusat, daerah, dan pelaku usaha," ujarnya.

Sarman mengatakan, dalam Apkasi Otonomi Expo 2021, terselenggara berbagai forum diskusi dan pertemuan yang membahas solusi membangkitkan perekonomian nasional dan daerah. Kegiatan ini diikuti Pemkab, investor, KADIN Indonesia, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

"Forum berjalan baik, diskusi yang bermanfaat untuk mencari solusi bangsa bangkit bersama dalam memperbaiki perekonomian nasional," jelasnya sambil menjelaskan kegiata ketiga adalah Business Matching, mempertemukan buyer, investor, dan daerah, kegiatan yang baru pertama dilakukan secara virtual ini diikuti oleh 25 pemkab, dari buyer investor hadir 18 perusahaan dari KADIN, HIPMI, dan lain-lain, mudah-mudahan ada keberlanjutan ke tahap selanjutnya.

Kegiatan keempat adalah Apkasi Procurement Network di mana kegiatan ini mempertemukan kalangan swasta penyedia barang dan jasa di pemerintahan daerah dengan para OPD pengguna anggaran agar tercipta kemitraan antara pemda dengan para pengusaha sebagai penyedia barang dan jasa. 

Kegiatan kelima adalah Pemilihan Putri Otonomi Daerah yang mana tujuan kegiatan ini adalah sebagai ajang unjuk prestasi pemahaman tentang otonomi daerah serta bagaimana seorang Putri bisa melakukan tugas-tugas untuk mempromosikan komoditi unggulan, iklim investasi dan pariwisata di daerah ke jenjang yang lebih luas lagi.

Setelah kegiatan ini berlangsung empat kali, pada tahun 2022, Pemilihan Putri Otonomi Daerah ini tidak lagi menjadi bagian dari kegiatan Apkasi Otonomi Expo, namun akan berdiri sendiri dengan nama baru Pemilihan Putri Otonomi Indonesia. Direncanakan pelaksanaannya akan berbarengan dengan peringatan ulang tahun Apkasi di bulan Mei.

Kegiatan keenam adalah Anugerah Jurnalitik Apkasi, yakni sebagai bentuk apresasi pada segenap jurnalis yang memiliki kepedulian dengan menyebarkan informasi seputar pembangunan di daerah melalui karya-karya yang inovatif dan mendorong solusi konstruktif demi kemajuan ekonomi di daerah.

Atas dasar itulah Apkasi mengadakan lomba karya tulis khusus wartawan dengan mengangkat tema “Kebangkitan Ekonomi Daerah dalam Mendukung Pembangunan Nasional”.

Sementara itu Ketua Umum Apkasi, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menambahkan penyelenggaraan Apkasi Otonomi Expo 2021 yang berlangsung selama tiga hari ini dan telah dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Kepresidenan Bogor secara hybrid.

“Karena masih di masa pandemi hanya sebagi kecil dari kami yang bisa mengikuti pembukaan di Istana Bogor, sebagiannya lagi mengikuti di Balai Sidang JCC dan melalui daring,” sebutnya.

Sutan merasa bersyukur bahwa kegiatan Apkasi Otonomi Expo tahun ini bisa digelar meski dengan protokol kesehatan yang ketat. “Tahu 2020 tidak bisa kami gelar karena situasinya waktu itu memang tidak memungkinkan,” ujarnya. 

Sutan berharap kegiatan ini bisa segera membangkitkan perekonomian daerah dan nasional. Menurutnya, kegiatan ini telah mendorong geliat ekonomi yang cukup baik.

“Ini menjadi ikhtiar kita untuk membangkitkan ekonomi di daerah, di mana kami bersama rekan-rekan bupati di daerah terus bersemangat membantu program pemerintah pusat dalam program vaksinasi massal agar segera terbentuk kekebalan kelompok di masyarakat kita,” tambahnya.

Sutan menyebutkan sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa melalui Apkasi Otonomi Expo 2021 ekonomi daerah bisa bangkit.

"Bapak Presiden berpesan bahwa beliau setuju ekonomi digerakkan namun masalah kehatan harus diperhatikan dan menjadi nomer satu. Alhamdulillah dalam pameran ini, berhasil mencatatkan transaksi yang nilainya besar," jelansya.

"Misalnya kemarin dari Pemkab Bantaeng, Sulawesi Selatan, berhasil melakukan MoU senilai Rp.11,3 triliun terkait pembangunan pabrik biji nikel, lalu kesepakatan investasi senilai 200 juta USD untuk pengembangan kawasan industri hijau," terang Bupati Dharmasraya ini. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT