22 October 2021, 13:58 WIB

Unilever Indonesia Catat Penjualan Bersih Rp30 Triliun hingga September


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PERUSAHAAN fast moving consumer goods (FMCG) terkemuka Unilever Indonesia Tbk mengumumkan laporan kinerja keuangan kuartal III 2021. Meski pertumbuhan penjualan domestik melambat sebesar 7,4%, perseroan berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp30 triliun hingga September.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Ira Noviarti mengemukakan, kategori foods and refreshment dianggap menjadi penopang utama pertumbuhan dengan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 9,8% di kuartal III 2021. Periode tersebut dinilai masih menghadapi tantangan akibat varian delta dan PPKM. "Meski demikian, pada kuartal III 2021, perseroan tetap mampu menjaga kestabilan nilai penjualan dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,4 triliun," ungkapnya dalam keterangan yang dikutip Jumat (22/10).

Selain PPKM, Ira menuturkan tantangan usaha lain ialah kenaikan harga komoditas yang masih berlanjut dan semakin memengaruhi biaya produk Unilever. Berbagai tantangan tersebut, menurutnya, memengaruhi konsumen dalam pemilihan pola konsumsi di berbagai kategori dan memengaruhi tingkat pertumbuhan perseroan.

"Kenaikan biaya produk karena kenaikan harga komoditas tidak dapat dibarengi langsung dengan kenaikan harga produk Unilever secara optimal. Ini mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam daya beli selama situasi pandemi," jelasnya. Di satu sisi, perseroan mengaku akan terus memastikan keberadaan dari produk-produk dengan kemasan dan harga yang terjangkau, yakni dari Rp500 hingga Rp2.000 dari brand-brand seperti Royco, Bango, Rinso, Sunlight, dan Sunsilk.

Baca juga: Garuda Ditargetkan Bergabung ke Holding Aviasi pada 2023

Lebih jauh Ira menjelaskan pihaknya tetap berkomitmen kuat untuk membantu pemerintah dan masyarakat untuk bangkit pascapandemi melalui berbagai upaya baik yang dilakukan secara kolaboratif maupun secara mandiri. Di kuartal tiga 2021, Unilever Indonesia mengklaim 100% karyawannya yang memenuhi syarat telah mendapatkan vaksinasi pertama melalui dukungan program Vaksinasi Gotong Royong. (OL-14)

BERITA TERKAIT