21 October 2021, 23:00 WIB

Sektor Properti Mulai Rebound dan Harga Rumah Merangkak Naik, Lippo Konsisten Sasar Milenial 


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

OPTIMISME pasar terus meningkat seiring dengan membaiknya penanganan pandemi Covid-19 dan program vaksinasi yang semakin merata di berbagai daerah di Indonesia. Sektor properti mengalamai peningkatan yang relatif lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Kuartal II/2021 mencatat pertumbuhan sektor properti mencapai 2,82%. Sektor ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga 7,07%. Hal positif lainnya dari sektor properti, segmen rumah tapak (landed house) terus mencatatkan kenaikan value. 

Kenaikan indeks harga ini sesuai dengan publikasi Rumah.com Indonesia Property Market Index Q3/2021. Indikasi ini menunjukan telah terjadi rebound atau peningkatan harga properti setelah sebelumnya mengalami penurunan dampak terganggunya aktivitas bisnis akibat pandemi Covid-19. Indeks harga properti mengalami kenaikan 2,24% dibandingkan kuartal sebelumnya atau 1,97% secara tahunan. 

“Peningkatan ini menjadi kabar gembira untuk sektor properti karena selama empat kuartal sebelumnya situasi pasar cenderung melambat. Rumah tapak juga menunjukan tren peningkatan yang sangat baik khususnya untuk wilayah di Bodetabek yang mencapai 6,2% sementara di Jakarta 3,9%.” ucap Marine Novita, Country Manager Rumah.com. 

PT Lippo Karawaci (LPKR) memilih untuk tidak menyerah terhadap kondisi pandemi dengan tetap konsisten mengadakan launching produk landed house yang membuat kinerja pra-penjualannya tumbuh signifikan. Penjualan Cendana Homes Series di Lippo Karawaci yang hingga saat ini menjadi produk unggulan, awalnya dimulai sejak pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia di akhir Q1/2020. 

CEO LPKR John Riady mengemukakan bahwa sejak semula LPKR fokus kepada segmen market milenial. 

Baca juga : AEON Mall Segera Beroperasi di Southgate Residence Karya Sinar Mas Land

“Target market kami adalah kaum milenial yang smart dalam melakukan perhitungan investasi dan pembelian aset. Kami melakukan market research agar dapat men-develop produk yang tepat sasaran. Mereka adalah gadget generation yang sangat lekat dengan media sosial yang tidak mengenal batasan ruang dan waktu sehingga kami pun harus melakukan strategi komunikasi khas milenial sehingga terpateri dalam pikiran mereka. Misalnya; ‘Masih muda sudah punya rumah. Baru kerja sudah bisa cicil properti. Mau nikah beli dulu rumah Cendana Homes.’” lanjut John. 

John menambahkan, pemerintah melalui berbagai regulasi dan stimulus terhadap sub sektor properti mendukung terciptanya golden age of home ownership yang terbukti dengan meningkatnya permintaan pasar dari segmen first time home buyer. 

"Dalam rentang waktu tahun 2020 hingga sekarang kami telah berhasil menjual lebih dari 4.000 unit landed house dengan rata-rata kenaikan price value 10-20%.” ujar John. 

Performa LPKR di Kuartal III/2021 terus menunjukkan kinerja positif. Di bulan Agustus 2021 berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp3,1 triliun. Pada bulan September 2021 dari penjualan Cendana Parc North menghasilkan nilai penjualan Rp678 miliar. Lippo Cikarang juga melaporkan penjualan naik 18% year to date menjadi Rp316 miliar melalui penjualan produk properti komersial, apartemen dan tanah industri sebagai pusat distribusi, pusat logistik, dan investasi lain. 

Lini bisnis LPKR yaitu San Diego Hills Memorial Park melaporkan penjualan sebesar Rp130 miliar yang merupakan peningkatan 97% YoY dari Rp66 miliar di Kuartal III/2020. Sejumlah capaian ini menunjukkan optimisme LPKR akan dapat meraih target Rp4,2 triliun hingga akhir tahun 2021. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT