21 October 2021, 18:09 WIB

Ajak Negara-negara Pulih Bersama, Mendag Kejar Perundingan Dagang


Fetry Wuryasti | Ekonomi

MENTERI Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan saat ini adalah saat yang tepat bagi negara untuk pulih bersama-sama dari pandemi Covid-19.

Untuk itu Indonesia, kata Lutfi, tengah berfokus untuk menyelesaikan perundingan kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau CEPA dengan sejumlah negara mitra nontradisional.

Langkah itu diambil Lutfi untuk mengantisipasi gejolak perdagangan global yang relatif kompleks akibat ancaman krisis energi, pangan, persaingan era digital, kenaikan harga komoditas, perubahan rantai pasokan, isu lingkungan hingga perubahan iklim.

Kebijakan terpadu antara perdagangan, investasi dan industri akan memberikan manfaat untuk pemulihan ekonomi dan pembangunan global. Peningkatan akses pasar di negara mitra terus dilakukan, untuk terus mendukung pertumbuhan ekspor non migas setelah terwujudnya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Indonesia-Korea CEPA di penghujung tahun 2020.

"Tahun ini Indonesia harus berupaya memperluas akses pasar dengan berfokus pada penyelesaian perundingan perdagangan dengan negara mitra non tradisional di Asia Selatan dan Afrika," kata Lutfi dalam webinar Trade, Tourism and Investment Forum, Kamis (21/10).

Beberapa perundingan dengan negara mitra non tradisional menjadi prioritas untuk segera Kemendag selesaikan tahun ini, di antaranya dengan Uni Emirat Arab, Tunisia, Bangladesh dan Pakistan. Disamping itu, Indonesia juga berfokus pada penyelesaian perundingan Indonesia-Turkey CEPA, Indonesia-EU CEPA yang berpotensi besar bagi Indonesia untuk menembus pasar-pasar Eropa.

Selama dua tahun terakhir pandemi Covid-19 telah memutuskan pasar global, mengubah cara hidup, bekerja, dan membentuk kebijakan dalam berbagai sektor. Bahkan ekonomi Indonesia pernah berada di titik terbawah tumbuh -2,7% di tahun lalu. Tahun ini di kuartal II 2021 ekonomi Indonesia tumbuh 7,07%.

Kinerja ekonomi yang semakin baik juga terlihat pada neraca perdagangan yang surplus dalam 17 bulan terakhir dan perolehan tertinggi ekspor di angka USD 21,42 miliar pada bulan Agustus 2021.

Lutfi optimistis tahun 2021 menjadi tahun terbaik sektor perdagangan. Sampai September 2021, total ekspor nasional naik 40,38% (yoy). Total impor naik 34,27% (yoy). Total transaksi perdagangan naik 37,51% (yoy

"Kami percaya diri di kuartal III 2021 ekonomi akan tumbuh pada kisaran 4-5%. Ini momentum terbaik untuk pemulihan ekonomi," kata Lutfi. (Try/OL-09)

BERITA TERKAIT