21 October 2021, 16:38 WIB

Dunia Krisis Energi, ESDM: Alhamdulillah, RI Masih Aman


Insi Nantika Jelita |

DIREKTUR Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menegaskan, di tengah krisis energi dunia, sampai saat ini Indonesia masih aman dalam pasokan gas alam dan batu bara. Kedua komoditas ini menjadi sumber pembangkit listrik. 

Dia mengatakan, pasokan listrik dalam negeri tercukupi dan sampai akhir tahun, pemerintah tidak berencana menaikkan tarif listrik. Adapun, konsumsi listrik hingga kuartal III 2021 atau per 30 September ialah 1.109 kWh per kapita. 

Baca juga: Menteri BUMN Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biodiesel

"Sekarang komoditas batu baru dan LNG lagi naik, beberapa negara mengalami krisis energi, krisis listrik, mulai dari Inggris, Tiongkok, India, Saya dapat berita Amerika mulai membakar batu bara lebih banyak lagi," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/10). 

"Alhamdulillah, kita patut bersyukur, kita punya (pasokan) batu bara, gas yang lebih dari itu, dibandingkan negara lain," tambahnya.

Terkait kebutuhan listrik nasional, Rida mencontohkan beban puncak di Jawa, Madura dan Bali atau Jamali mengalami peningkatan dibandingkan sebelum pandemi, yakni melewati 28 Giga Watt (GW), lebih tinggi dibandingkan 2019 yang sebesar 27,9 GW. Hal ini pertanda baik dalam pemulihan ekonomi.

ESDM juga memastikan kebutuhan batu bara dalam negeri atau atau Domestic Market Obligation (DMO) akan terus terpenuhi, meski secara bersamaan harus mengekspor. 

Tercatat, tingkat realisasi DMO hingga akhir Mei 2021 mencapai 51,8 juta ton atau 37,7% dari target yang ditetapkan. Pemerintah telah mematok target 137,5 juta ton untuk kebutuhan batu bara domestik sepanjang tahun ini. 

"Kita sudah megatur dan menjamin DMO untuk batu bara. Tidak semua diekspor. Ada kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujar Rida. 

Untuk menjaga rantai pasok atau supply chain batu bara, minerba dan migas, ESDM pun membentuk tim khusus untuk mengawasi dan mengamankan komoditas tersebut. 

"Pak Menteri ESDM (Arifin Tastif) minta ke kami, semua dirjen di migas, minerba, listrik itu membentuk tim khusus yang day by day itu pelototin rantai pasok. Sampai kemudian melototin (kapal) tongkang, karena mengangkut komoditas itu," urai Rida. (OL-6)

BERITA TERKAIT