21 October 2021, 14:53 WIB

Presiden Dorong Hilirisasi Sawit Ditingkatkan


Dhika Kusuma Winata | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi kelapa sawit lantaran potensinya yang sangat besar. Potensi minyak sawit mentah atau CPO yang dimiliki Indonesia mencapai 52 juta ton per tahun sehingga harus dimanfaatkan untuk meniciptakan nilai tambah.

"Sudah berkali-kali saya sampaikan jangan sampai kita mengekspor raw material, jangan samapai kita mengeskpor bahan mentah. Hilirisasi, industrialisasi, harus kita lakukan dan harus kita paksa dilakukan," ucap Presiden saat meresmikan pabrik biodiesel PT Jhonlin Agro Raya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10).

Presiden mengatakan pilihan untuk memperkuat industri biodiesel ini sangat strategis ke depan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Kemudian juga menekan besarnya defisit neraca perdagangan akibat impor solar. Selain itu, hilirisasi juga akan berperan penting dalam membuka lapangan pekerjaan.

Baca juga: Jawa Barat Kantongi Rp41 Triliun Dari Para Investor

"Artinya kalau kita sudah bisa memproduksi sendiri biodiesel di sini dijadikan campuran menjadi solar, impor kita juga akan turun drastis. Sehingga, catatan saya di 2020 menghemat devisa sebesar Rp38 trilun. Diperkirakan 2021 akan menghemat devisa Rp56 triliun," ungkapnya.

Selain itu, pembangunan pabrik biodiesel tersebut juga akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan, menjaga stabilisasi harga minyak sawit mentah (CPO), dan membantu meningkatkan kualitas lingkungan melalui kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca.

Presiden juga mengingatkan pentingnya memegang teguh komitmen untuk meninggalkan energi fosil dan beralih ke energi baru terbarukan. Karena itu, Presiden mendorong agar produksi biodiesel terus ditingkatkan.

"2021 ditargetkan kita mampu memproduksi dan menyalurkan 9,2 juta kiloliter dan saya minta nanti ini tahun depan juga bisa meningkat lebih tinggi lagi," ucap Presiden.(OL-4)

BERITA TERKAIT