21 October 2021, 14:42 WIB

Jawa Barat Kantongi Rp41 Triliun Dari Para Investor


Despian Nurhidayat | Ekonomi

GUBERNUR ubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan bahwa pada 2021 ini, pihaknya sudah mengantongi Rp41 triliun dari Rp717 triliun potensi investasi di Jawa Barat pada tahun ini.

"Total potensi investasi tahun ini yang akan kami tawarkan dan kami kejar  adalah Rp717 triliun. Tapi yang ditandatangani, yang sudah konkret itu Rp41 triliun. Jadi sisanya akan kami negosiasi dalam dua hari ini," ungkapnya dalam acara West Java Investment Summit 2021 secara daring, Kamis (21/10).

Pria yang akrab disapa Emil ini menuturkan, penyelenggaraan West Java Investment Summit 2021 atau kali ini diikuti oleh 1.100 investor. Menurutnya, mayoritas investasi yang ditawarkan oleh Pemprov Jabar pada acara ini berada di Kawasan Rebana dan di Jabar selatan terkait investasi di bidang kemaritiman, pariwisata, dan pertanian.

"Tapi kalau investasi terbesar ada di infrastruktur, lalu pariwisata, dan kawasan-kawasan industri," ujar Emil.

Pada kesempatan tersebut, Emil menuturkan Provinsi Jawa Barat mendapatkan komitmen dari pemerintah pusat yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan.

Baca juga: Semen Gresik Gelar Istihosah Bersama Santri di Rembang

Perpres tersebut menerangkan bahwa Provinsi Jawa Barat memperoleh komitmen dari pusat senilai Rp400 triliun selama tiga tahun untuk Kawasan Rebana dan kesetaraan di Jabar Selatan.

"Saya laporkan juga bahwa awal November 2021  saya diminta untuk menemani Pak Luhut (Binsar Pandjaitan) ke Abu Dhabi karena Kawasan Rebana dipromosikan ke Timur Tengah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Herawanto menekankan pentingnya pemerataan investasi antara Jabar bagian utara dan selatan dalam rangka mendorong resiliensi dan inklusivitas pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Di kawasan utara, potensi investasi Jawa Barat terkait dengan proyek Kawasan Segitiga Rebana yang kompleks dan canggih yang dirancang untuk menjadi kawasan dengan beberapa smart city metropolitan dan kawasan industri yang dikelilingi oleh infrastruktur penting pendukung seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, dan jalan tol.

Di kawasan selatan, investasi Jawa Barat diarahkan pada berbagai proyek ekonomi hijau (green economy) yang terdiri dari proyek sektor pariwisata serta proyek sektor pertanian.

"Secara khusus, proyek-proyek tersebut diharapkan akan menjawab keprihatinan penting investor global tentang masalah ekonomi hijau (green economy) akibat perubahan iklim yang dialami secara global," pungkas Herawanto. (OL-4)

BERITA TERKAIT