21 October 2021, 12:10 WIB

Sinyal Kuat dan Murah, UMKM Tertolong Indosat Ooredoo saat Pandemi


Yakub Pryatama W | Ekonomi

BUKAN rahasia umum adanya covid-19 melanda Indonesia membuat banyak warga terkena dampaknya.  Mulai terisolasi hingga terkena kehilangan mata pencahariannya.

Suatu pagi, Siska,  34), ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta Pusat, tengah berbelanja ke pasar guna menyiapkan masakan malam. Saat asyik memilih sayur-mayur hingga daging untuk santapan malam, tiba-tiba Handphone (HP)nya berdering.

Usai menerima panggilan tersebut, Siska bergegas menuju rumahnya. Ternyata sang suaminya mengabari dirinya terkena PHK di kantor tempatnya bekerja.

Pasangan dengan satu anak ini, cukup terguncang. Keduanya pun memutar otak demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-sehari. Maklum, cicilan rumah hingga kendaraan tetap berjalan meski suaminya tak lagi bekerja.

Pada Rabu, 3 Juli 2021 siang itu, keduanya membulatkan tekad untuk banting setir dengan membuka usaha mikro kecil menengah (UMKM).  Dengan modal pas-pasan, Siska dan suami berjualan pelbagai varian roti bakar yang berlokasi di dekat rumahnya.

Keduanya memutar otak guna bisa menjalankan bisnis usaha makanannya agar bisa menjadi penghasilan utama di tengah pandemi.   Seiring berjalannya waktu, keduanya pun menyesuaikan strategi dengan menggunakan HP guna memperluas skala bisnisnya.

Berangsur-angsur, pasangan suami istri ini, mulai mempelajari tren pasar, dan apa yang tengah dibutuhkan calon pembeli.

Siska awalnya sempat mengaku kesulitan lantaran sinyal seringkali jadi masalah dalam usahanya. Ada provider yang sinyalnya kuat tapi tarifnya lumayan mahal bagi dirinya. Ia pun kini memercayai sinyal Indosat Ooredoo guna memenuhi pesanan atau transaksi pembeli daring setiap harinya.

Maklum, Indosat Ooredoo telah merilis jaringan 5G secara komersial di Jakarta, pada Kamis (26/8).  Adapun wilayah cakupan layanan generasi kelima itnimeliputi kawasan Monumen Nasional dan Kawasan Industri Karawang.

Berkat kegigihannya, kini Siska dan suami bisa menghidupi keluarga kecilnya melalui UMKM transaksi setiap bulannya.

Siska pun cukup terbantu dengan adanya survei yang dilakukan UNDP, Indosat Ooredoo dan Kementerian Koperasi UKM, sehingga dirinya mengetahui manfaat langsung dari digitalisasi. 

Dari survei, Siska jadi mengetahui bahwa UMKM yang menggunakan platform daring untuk memasarkan produknya selama pandemi Covid-19, mencatat permintaan lebih tinggi dan keuntungan lebih besar dibanding UMKM lain yang telah menggunakan platform tersebut sebelum masa pandemi.

“Alhamdulilah, sekarang jadi lebih yakin untuk terus berjualan melalui offline maupun online,” ucapnya. (OL-13)

Baca Juga: Bulog Salah Kelola CPB, Peranya Dalam Rantai Pasok Beras Harus Dievaluasi

BERITA TERKAIT