20 October 2021, 14:01 WIB

Harga Rumah Baru Tiongkok Turun Pertama Kali dalam Enam Tahun


Mediaindonesia.com | Ekonomi

HARGA rumah baru Tingkok turun untuk pertama kali dalam enam tahun pada bulan lalu. Ini karena sektor properti tengah berjuang setelah tindakan keras pemerintah akibat gagal bayar beberapa pengembang besar. Hal tersebut menambah kekhawatiran penularan dari krisis Evergerande.

Pembacaan terbaru mengikuti angka resmi menunjukkan industri realestat dan konstruksi menyusut pada kuartal ketiga untuk pertama kali sejak tahap awal pandemi. Itu menjadi hambatan besar pada ekonomi nomor dua dunia itu.

Angka pada Rabu (20/10) menunjukkan bahwa biaya rumah baru di 70 kota besar dan menengah mengalami sedikit penurunan pada September. Biro Statistik Nasional mengatakan itu tanpa memberikan persentase yang tepat. Perhitungan Bloomberg menemukan penurunan harga sekitar 0,08%.

Itu merupakan penurunan pertama sejak April 2015. Harga di pasar sekunder turun 0,19%, penurunan bulanan kedua, kata Bloomberg.

Data terbaru akan dianggap sangat mengkhawatirkan. Soalnya, September biasanya dilihat sebagai musim puncak untuk pasar dalam negeri dan muncul saat perusahaan properti menjadi sorotan setelah pemerintah mulai membatasi pinjaman mereka.

Hal ini pada gilirannya membatasi kemampuan mereka untuk terus membangun dan menjual proyek, bahkan memberikan lebih banyak tekanan pada keuntungan mereka. Korban terbesar dari tindakan keras itu ialah China Evergrande, salah satu pengembang properti terbesar di negara itu, yang tertatih-tatih di tepi jurang karena berjuang di bawah utang lebih dari US$300 miliar.

Perusahaan telah melewatkan beberapa pembayaran obligasi dan masa tenggang 30 hari pada catatan luar negeri berakhir pada Sabtu. Ini membuat investor khawatir tentang yang akan terjadi. Namun, ia telah berhasil memenuhi kewajiban domestiknya. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT