19 October 2021, 20:38 WIB

Pahami Jenis dan Cara Investasi Reksa Dana


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DI tengah pandemi seperti ini selain suplemen makanan bisa memperkuat imunitas, kita juga harus sehat secara finansial. Caranya dengan berinvestasi. Tapi, sebelum memutuskan untuk investasi perlu ada pertimbangan instrumen yang tepat. 

Reksa dana menjadi salah satu produk perbankan yang populer karena jenis investasi yang menguntungkan dan tingkat profitabilitasnya pasti serta minim risiko. Plus, reksadana termasuk salah satu jenis investasi dengan modal rendah. Cocok bagi pemula yang memerlukan booster suplemen bagi kesehatan finansial mereka. 

Pengertian

Apa itu reksa dana? Investasi reksa dana merupakan sekumpulan dana berasal dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi pada instrumen investasi lain seperti pasar saham, obligasi, dan lainnya. Apabila mendapatkan keuntungan, dananya akan dibagi sesuai dengan jumlah reksa dana yang dibeli. 

Sebenarnya reksa dana merupakan salah satu jenis investasi yang diperuntukkan tak hanya bagi investor senior tetapi juga pemula. Mengapa bisa begitu? Sebab setoran awal reksa dana relatif terjangkau dibandingkan dengan aktivitas penanaman modal lain. 

Terdapat pula manajer investasi yang siap memandu serta membantu para investor dalam melakukan aktivitas ini. Jadi, investor tak perlu takut lagi apabila investasi terbengkalai ataupun mengalami kerugian. 

Jenis

Ada berbagai jenis reksa dana yang bisa dipilih. Apa saja itu? Yuk simak penjelasannya satu per satu ya:

1. Reksa dana saham

Dana yang diberikan akan diinvestasikan kepada efek saham yang paling menguntungkan berdasarkan perhitungan manajer investasi. Reksa dana ini sesuai untuk investasi jangka panjang, setidaknya sepanjang 5 tahun. 

2. Reksa dana pendapatan tetap

Jika memilih jenis ini, dana akan diinvestasikan pada instrumen yang berupa utang seperti obligasi dan surat utang. Investasi ini bisa digunakan untuk tujuan jangka menengah, 1-3 sekitar tahun. 

3. Reksa dana campuran

Seperti namanya, reksa dana campuran merupakan investasi yang dialokasikan di berbagai instrumen. Manajer investasi bisa menginvestasikan pada efek saham, obligasi, surat utang, deposito, dan sebagainya. Jangka waktu yang sesuai yakni 3-5 tahun. 

4. Reksa dana pasar uang

Investasi reksa dana diberikan pada pasar uang Indonesia 100% dan jenis ini cocok untuk tujuan jangka pendek, yaitu 1 tahun. 

5. Reksa dana syariah

Hampir sama dengan investasi reksa dana konvensional, reksa dana syariah dialokasikan pada instrumen-instrumen yang menjalankan prinsip-prinsip syariah. Dengan demikian, bagi para muslim yang tidak setuju dengan sistem bunga, pilihan ini bisa jadi solusinya. 

6. Reksa dana berjangka 

Produk investasi ini membolehkan pembelian harian, mingguan, dan bulanan. Produk ini pun menggunakan konsep berbunga. Contohnya di ONe Mobile, investor dapat melakukan investasi reksa dana berjangka dengan nominal mulai dari Rp20.000.

Keuntungan yang bisa diperoleh sebagai pemula yaitu pengalaman berinvestasi. Dibanding membelanjakan uang saja, investor dapat mengembangkan dana yang dimiliki lewat instrumen investasi. 

Di samping itu, kita juga akan mendapatkan imbal balik berupa keuntungan. Besaran keuntungan ditentukan berdasarkan lama dana mengendap, besar dana yang diinvestasikan, dan jenis reksa dana yang dipilih. Biasanya manajer investasi akan memilihkan instrumen investasi yang paling sesuai dengan jumlah dana serta tujuan investor.

Cara investasi

Meski jenis penanaman modal berikut terkenal praktis dan mudah dimulai, investor harus tetap memahami cara investasi reksa dana yang benar beserta istilah-istilah dasar dalam berinvestasi demi meminimalisasi kerugian. 

1. Melalui bank

a. Datanglah ke kantor cabang bank terdekat.
b. Isi formulir dan memberikan persyaratan dokumen sesuai dengan aturan bank yang ditetapkan.
c. Serahkan dana yang diinvestasikan kepada bank. Perlu diingat bahwa bank tidak mengelola uang tersebut, tetapi memberikannya kepada rekan perusahaan pengelola investasi reksa dana yang dipilih.
d. Setelah proses dokumentasi selesai, jumlah dana tersebut akan tertera dalam portofolio. 
 
2. Melalui aplikasi

a. Unduh aplikasi perusahaan keuangan yang menyediakan instrumen investasi reksa dana.
b. Daftarkan diri secara daring dengan melengkapi persyaratannya.
c. Pilih reksa dana yang ingin dibeli. Pastikan untuk membandingkannya terlebih dulu dan menyesuaikannya dengan tujuan investasi.
d. Transfer nominal pembelian reksadana dengan menggunakan m-banking, e-wallet, atau ATM.
e. Proses pencatatan data reksa dana umumnya berlangsung selama 48 jam di hari kerja.
f. Jika sudah tersimpan, dana yang sudah dibeli akan tertera pada aplikasi. Contohnya di Bank OCBC NISP, melalui ONe Mobile, nasabah juga bisa memantau perkembangan reksa dana lewat mobile banking.

Perhatian

Risiko reksa dana termasuk rendah jika dibanding instrumen investasi lain seperti saham. Hanya, bagi pemula perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Penurunan nilai
Penurunan nilai merupakan risiko yang perlu diwaspadai sebelum berinvestasi menggunakan reksa dana. Penurunan nilai disebabkan perubahan harga aset di dalamnya. Contohnya ketika harga saham pada reksa dana turun, hal tersebut akan berimbas pula terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP). 

2. Likuiditas
Risiko likuiditas rupanya berkaitan dengan pencairan reksa dana. Hal berikut dapat terjadi ketika manajer investasi terlambat menyediakan dana bagi investor melakukan pembayaran pencairan atau redemption. Menurut peraturan yang berlaku, pembayaran dana dalam hal ini harus dilakukan oleh manajer investasi maksimal 7 hari kerja tidak termasuk hari libur. 

3. Wanprestasi
Risiko ini terjadi apabila manajer investasi tidak mampu membayar kupon dan uang pokok yang telah kita investasikan karena mengalami kerugian investasi. 

4. Ekonomi dan politik
Kondisi ekonomi dan politik juga akan memengaruhi dunia investasi, termasuk reksa dana. Jika kondisinya tidak kondusif, bisa jadi nilai keuntungan akan mengalami penurunan. Sebaliknya, bila kondisinya baik, keuntungan yang diperoleh juga dapat meningkat.

5. Pertanggungan harta
Risiko ini dapat terjadi bila terjadi pencurian data pada bank kustodian. Namun, umumnya bank dan perusahaan investasi telah memberikan asuransi terhadap aset yang dimiliki. Jadi, kita tidak perlu khawatir. Pastikan untuk memilih bank dan perusahaan yang kredibel. 

Baca juga: Gandeng Cushman & Wakefield, Kingland Avenue Hadirkan Layanan Bertaraf Internasional 

Itulah informasi lengkap seputar investasi reksa dana yang tak boleh dilewatkan. Reksa dana adalah salah satu jenis investasi dengan modal terjangkau. Seluruh kalangan, mulai dari orang tua hingga mahasiswa, dapat menggelutinya. (OL-14)

BERITA TERKAIT