19 October 2021, 15:57 WIB

Etani Ekspor Perdana Avomango ke Singapura


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PT Etani Agro Nusantara (eTani) melakukan ekspor perdana hasil pertanian masyarakat Jawa Timur ke 
Singapura. Sebanyak 1,3 ton avomango (mangga harum manis) pada Kamis (21/10) akan diekspor dari Surabaya. Ekspor ini merupakan bagian dari visi dari eTani untuk memasarkan hasil pertanian masyarakat Indonesia ke dalam maupun luar negeri. 

Permintaan buah-buahan yang meningkat di masa pandemi menjadi berkah buat pertanian di Indonesia. Ini seperti disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya pada Agustus lalu bahwa permintaan yang tinggi terhadap buah-buahan dari dalam dan luar negeri membuka peluang yang besar untuk petani Indonesia.

Etani merupakan start-up agritech yang berdiri sejak 2016 oleh Davyn Sudirdjo selaku founder. Visinya mengefisiensikan rantai distribusi dari petani ke konsumen atau sering dikenal dengan farm to table. Dengan rantai distribusi yang semakin efisien, petani akan mendapatkan harga jual yang lebih baik dan konsumen juga memperoleh harga beli yang lebih ekonomis. Etani telah melakukan edukasi kepada para petani mulai dari panen dan proses pengepakan sehingga menarik untuk konsumen. 

Menurut Founder eTani Davyn Sudirdjo, pihaknya memilki konsep yang berbeda dengan start-up agritech lain. Konsep eTani yaitu hybrid O2O yaitu online to offline bahwa teknologi harus didukung dengan jaringan pemasaran yang luas. "Dengan konsep ini tiga tujuan akan dapat dicapai yaitu konsumen tidak perlu dibebani dengan ongkos kirim yang mahal, konsumen akan menerima buah dan sayuran dalam keadaan segar, serta konsumen dapat menerima buah dalam waktu cepat yaitu 30 menit dan setiap saat dari pukul 07.00 sampai dengan 21.00 WIB," katanya.

Etani bekerja sama dengan lebih dari 3.000 toko/outlet di berbagai provinsi di Indonesia. Saat ini eTani membangun jaringan toko-toko offline di Jabodetabek. Semakin banyak jaringan toko yang bergabung dengan eTani, masyarakat Indonesia akan diuntungkan dengan tiga hal di atas. Petani-petani di Indonesia pun tidak lagi kesulitan untuk memasarkan produknya di jaringan O2O eTani.

Baca juga: Pendaftaran MMA Impact Indonesia 2021 Dibuka

Davyn Sudirdjo, mahasiswa tingkat akhir di Stanford University, California, Amerika Serikat, memulai eTani di saat usianya baru menginjak 15 tahun. Ia memiliki visi yang besar yaitu menyejahterakan petani Indonesia. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT