18 October 2021, 17:41 WIB

Produk Halal Asli Indonesia Siap Tembus Pasar Internasional


Widhoroso | Ekonomi

JUTAAN produk halal asli Indonesia siap diekspor ke manca negara. Hal ini diungkapkan Direktur Utama Halal Network International (HNI), Agung Yulianto di sela milad ke-9 HNI di Jakarta, Minggu (17/10).

"Indonesia patut berbangga, karena kini kita dapat membuat produk-produk halal berkualitas dengan bahan-bahan asli Indonesia dan dibuat di Indonesia. Sekarang kita tidak perlu lagi impor untuk mendapatkan produk halal berkualitas. Bahkan sebagian besar produk-produk ini telah diekspor ke berbagai negara," tutur Agung.

Ia menjelaskan hal tersebut merupakan komitmen perusahaannya dan para anggota di dalamnya untuk mengatasi persoalan ekonomi Indonesia. "Kami peduli terhadap produk asli Indonesia, karena kami menyadari jika impor lebih besar dari ekspor itu membahayakan negara kita, berarti terjadi defisit neraca perdagangan," jelas Agung.

Hal sebaliknya, jelas Agung, Indonesia akan dapat menjadi negara maju jika ekspornya lebih besar dari impor. “Ketika ekspor meningkat, maka akan terjadi surplus perdagangan, yang berarti devisa negara dan per kapita penduduknya semakin besar. Kesadaran ini yang kami berikan kepada anggota-anggota yang tergabung dalam HNI," jelasnya.

Di sisi lain, Komisaris HNI Rofik Hananto mengatakan kepedulian HNI terhadap ekonomi Indonesia juga terwujud dengan mengajak sektor usaha UMKM untuk tumbuh bersama dalam memproduksi produk halal.

"Sebagai perusahaan bisnis halal network di Indonesia yang fokus pada penyediaan produk-produk barang konsumsi halal dan berkualitas, HNI terus mencoba meningkatkan taraf pelaku UMKM di Indonesia. Saat ini sudah ada lebih dari 21 pelaku UMKM yang menjadi perusahaan besar dengan bergandengan tangan bersama kami,” ungkap Rofik.

Selama ini, menurut Rofik, sektor UMKM belum mendapatkan perhatian cukup padahal sebagian besar PDB Indonesia berasal dari UMKM. "HNI sangat peduli terhadap hal tersebut. Sebagai contoh salah satu UMKM yang kami bina, penjualan produknya hanya sekitar 500-1000 buah per bulan. Kini setelah kami tingkatkan, produksinya mencapai 2 juta buah per bulan,” tutur Rofik.

Rofik berharap dengan jumlah 4,3 juta anggota, HNI dapat memberikan peran yang signifikan dalam ekonomi Indonesia. "Kami berharap dapat menjadi solusi untuk meningkatkan penghasilan masyarakat di tengah masa pandemi saat ini," ungkapnya.

Sementara itu, komika Abdur Arsyad, yang didaulat menjadi bintang tamu dalam acara milad ke-9 HNI, mengapresiasi inisiatif HNI dalam mengembangkan produk halal di Indonesia. Menurutnya, umat Islam di Indonesia harus memberikan kontribusi maksimal bagi negara.

"Umat Islam di Indonesia harus memiliki peran penting dalam ekonomi, baik untuk mengatur ekonomi bagi dirinya sendiri ataupun untuk negara. Kita harus bersatu untuk itu, agar ekonomi umat Islam semakin jaya," tandasnya.

HNI sejak berdiri pada  2012 telah memiliki lebih dari 200 ribu outlet yang tersebar di berbagai daerah bahkan hingga ke manca negara. HNI telah mengeluarkan beraneka ragam produk kebutuhan rumah tangga seperti kosmetik, makanan dan minuman, hingga obat-obatan. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT