16 October 2021, 22:09 WIB

Erick Paparkan Keuntungan BUMN Capai Rp96 Triliun


Mediaindonesia | Ekonomi

KEMENTERIAN BUMN mencatat perusahaan pelat merah meraup laba Rp96,5 triliun hingga semester I 2021. Dalam laporannya, Menteri BUMB Erick Thohir menyampaikan laba bersih di Semester I/2020 sebesar Rp5,77 triliun. Setelah audit 2020, laba bersih diketahui Rp13,29 triliun. Pada semester pertama tahun ini, laba bersih jauh lebih tinggi senilai Rp26,35  triliun. Peningkatan di diperoleh dari penjualan di 2021 terutama ditopang oleh sektor energi, keuangan, dan pertambangan.

"Hal ini selanjutnya mengakibatkan perbaikan signifikan pada kinerja net profit konsolidasi yang meningkat hampir 3,6 kali laba bersih konsolidasi un-audited menjadi Rp26 triliun. Kinerja semester I/2021 meningkat 356 persen dibandingkan Semester I/2020," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (16/10) saat pengarahan Presiden Joko Widodo kepada para Direktur Utama BUMN di Kabupaten Manggarai Barat Kamis (14/10).

Jika pada 2020 disebutnya sebagai tahun keterpurukan, maka di tahun 2021 justru kebalikannya. Erick menekankan agar para direksi BUMN dapat menekan capex dan meningkatkan produksi. Hal ini mengakibatkan perbaikan signifikan pada kinerja net profit konsolidasi yang meningkat hampir 3,6 kali laba bersih konsolidasi un-audited menjadi Rp26 triliun.

Namun ia tak memungkiri kemungkinan lockdown Covid-19 di pertengahan tahun ini akan berdampak pada kinerja keseluruhan 2021. Erick menyebut BUMN akan terus mempertahankan kinerja positif sampai akhir tahun 2021.

"Alhamdulillah dengan efisiensi kemarin kita rakor di di sini bahwa 2020 dengan keterpurukan tetapi di 2021 dengan efisiensi yang luar biasa capex dan lain-lain. Kalau kita lihat energi tumbuh penjualan 13%, financial service tumbuh 7% yang lainnya pun tumbuh," ujarnya.

Di sisi lain, Erick menargetkan kepemimpinan perempuan pada 2021 sebesar 15% di KemenBUMN dan 25% pada 2023. Erick juga menyampaikan mengenai rencananya membangun rumah sakit internasional dengan mitra Mayo Clinic hingga upaya peningkatan investasi.

Dia meyakini bahwa transformasi ini akan dilanjutkan dan berperan positif dalam memenuhi kebutuhan Indonesia terutama saat kondisi dan situasi seperti di masa pandemi. Erick juga berterima kasih pada Presiden Jokowi yang sudah mengapresiasi transformasi BUMN selama ini. Terlebih transformasi bisnis model dan penerapan operasional yang efisiensi serta akuntabilitas yang diterapkan mampu menaikkan penjualan dan peningkatan pencapaian pendapatan total seluruh BUMN.

Menurutnya, ini anugerah beruntun bagi Kementerian BUMN. Sebelumnya, Kementerian BUMN meraih prestasi tertinggi dalam penerapan sistem merit yang dinilai Komisi Aparatur Sipil Negara.

"Kami akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan. Kami berharap para direksi BUMN tetap menjaga nilai competitiveness yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang terus dibangun pemerintah," pungkasnya  (OL-8)

 

BERITA TERKAIT