14 October 2021, 21:38 WIB

BEI Siapkan 100 Booth Virtual saat Capital Market Summit & Expo 2021


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama stakeholder menyiapkan 100 booth virtual yang dapat diakses peserta Capital Market Summit & Expo 2021 (CMSE 2021).

"Kegiatan yang merupakan rangkaian acara peringatan 44 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia ini, menghadirkan 100 booth virtual dengan 1.000 paparan secara gratis untuk diakses," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi pada webinar CMSE 2021 yang diakses secara nasional dari lokasi kegiatan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, ini adalah bagian dari upaya memberikan kesempatan bagi peserta agar bisa mendapatkan informasi terbaru, langsung dari perusahaan sekuritas, perusahaan tercatat, manajer investasi, asosiasi serta regulator pasar modal yang tentunya dapat membantu menentukan arah investasi.

Pada CMSE 2021 diselenggarakan pula acara Workshop Go Public yakni sosialisasi pasar modal kepada para calon perusahaan tercatat yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di BEI.

Inarno mengatakan kegiatan ini juga untuk mendorong pemulihan ekonomi pada masa adaptasi normal baru.

"Pandemi COVID-19 yang hampir dua tahun dihadapi menghadirkan tantangan bagi pasar modal serta perekonomian Indonesia," katanya.

Penyesuaian secara masif dilakukan untuk menjamin keberlanjutan pasar, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan operasional, termasuk dalam hal pelaksanaan kegiatan edukasi, literasi, dan sosialisasi pasar modal, seperti penyelenggaraan CMSE

Otoritas pasar modal merespons tantangan ini dengan sangat baik dan mampu menorehkan pencapaian penambahan dari sisi jumlah investor, perusahaan tercatat, maupun aktivitas perdagangan.

Hal itu juga diakui Kepala Perwakilan BEI Sulawesi Selatan Fahmin Amirullah.

Menurut dia, seiring dengan tuntutan digitalisasi di segala lini pada masa pandemi COVID-19 perkembangan bursa efek banyak diakses oleh kaum milenial yang menguasai digitalisasi. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT