14 October 2021, 21:18 WIB

Wanda Hamidah Mengeluh, Komunitas Korban Asuransi Ingin Diperhatikan


Mediaindonesia.com | Ekonomi

VIRALNYA keluhan public figure Wanda Hamidah terkait dengan klaim kesehatan anaknya, Komunitas Korban Asuransi Unit Link berharap ada perhatian lebih besar dari seluruh stakeholders terkait. Menurut mereka, itu hanya segelintir yang bersuara dari masyarakat yang bernasib sama.

Maria Trihartati, koordinator korban asuransi unit link, mengatakan keluhan yang dialami oleh Wanda Hamidah itu sesungguhnya merupakan bentuk gunung es dari persoalan asuransi di Indonesia. "Setiap hari saya justru selalu menerima pengaduan dan keluhan dari banyak korban unit link. Mereka itu berasal dari seluruh Indonesia," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/10). 

Untuk itu, Maria berharap pihak yang berkepentingan pada persoalan ini sudah seharusnya bertindak. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kata ibu rumah tangga asal Lampung ini, menunjukkan bahwa ada sekitar tiga juta nasabah yang menutup polis. "Ini artinya ada yang salah dengan proses penjualan asuransi kepada masyarakat. Ini yang harusnya ditindaklanjuti oleh aparat hukum," ujarnya. 

Dear Sihotang, salah satu nasabah asal Sumatra Utara, mengaku sangat geram dengan proses klaim maupun pengajuan uang refund yang disimpannya di asuransi unit link. Ia berharap momentum Wanda Hamidah membuat banyak pihak jadi melihat keluhan jutaan nasabah asuransi yang mengalami kerugian. 

"Kasus Wanda harus menjadi jalan masuk bahwa ada jutaan orang menjerit akibat asuransi unit link. Anehnya kok sampai sekarang masih belum ada penanganannya," keluhnya. 

Marco, salah satu korban asuransi unit link asal Jakarta, juga sepakat dengan permintaan Wanda Hamidah agar Presiden Joko Widodo dapat melindungi masyarakat Indonesia dari kebrutalan penjualan asuransi unit link ini. 

"Apa yang terjadi sekarang ini makin seru. Semoga Pak Jokowi menolong kami dari kebrutalan asuransi," ujarnya. 

Seperti diketahui Wanda Hamidah belum lama ini mengaku kesal karena merasa ditipu perusahaan asuransi Prudential. Kekesalan itu bermula dari Wanda yang tak bisa mencairkan dana asuransi sesuai dengan kebutuhan biaya operasi anak. Kekesalan Wanda bertambah karena dirinya juga disebut bodoh oleh perwakilan agen asuransi di dunia maya. (OL-14)

BERITA TERKAIT