14 October 2021, 13:26 WIB

Kementan Luncurkan Outlet MIA, Lapak Petani Milenial Berakses Pasar Dunia


Dede Susianti | Ekonomi

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) meluncurkan aplikasi Outlet MIA.

Peluncuran Outlet MIA( Millennial Indonesian Agropreneur) dilakukan kemarin atau Rabu (13/10) secara daring.

Sekretaris Badan (Sesba) BPPSDMP Siti Munifah mengatakan, peluncuran Outlet MIA, merupakan suatu langkah baik. Harapannya menjadi wadah untuk program aksi BPPSDMP yang kedua yakni penumbuhan milenial untuk menjadi penerus di dunia pertanian secara luas.

"Selain itu, saya juga mengajak di dalamnya juga peran milenial untuk mendukung program aksi yang lain yang ketiga yaitu dukungan kita terhadap program- program utama Kementan. Mungkin bisa dilebih tebal lagi, untuk ekspornya," kata Siti.

Baca juga: Presiden Apresiasi Pembangunan Pelabuhan Wae Kelambu

Dia menjelaskan, pihaknya mendapat tuntutan soal peran BPPSDMP dari tiga program aksi Kementan. Diakuinya, program pertama Kostra Tani sudah nampak jalan dengan segala program-programnya. Kemudian yang kedua, milenial juga sudah jalan dengan program di pusdik maupun di puslat. Ditambah lagi, lanjutnya, dengan langkah maju pembuatan lab bagi anak muda.

"Tentunya ini menjadi jembatan untuk mendukung program aksi BPPSDMP yang ketiga , mungkin bisa digaungkan terkait dukungan kita terhadap program ekspornya,".

Hal senada juga disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti. "ini akan menjadi salah satu wadah untuk mendorong program aksi kita di Badan SDM. Terkait dengan ekspor, akan kita dorong lebih kuat ke sana," kata Idha.

Dia menyebut saat ini sudah ada 2.200 juta petani milenial dan andalan yang juga merupakan kepanjangan tangan dari Kementan beserta jajarannya dan mungkin juga untuk kementrian dan lembaga lain.

"Untuk kita bersama, tujuan besarnya adalah mendorong produktivitas pertanian,"ungkapnya.

Pihaknya berharap kehadiran aplikasi Outlet MIA ini bisa tersiar, terpromosikan lebih luas lagi tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia.

"Karena kita sebagai negara yang sudah berkembang, kemudian negara agraris mempromosikan hasil kegiatan peetanian dan produk-produk pertanian kita, kegiatan- kegiatan kita yang ada di Indonesia ke dunia untuk menunjukkan bahwa petani milenial kita ini sanggup untuk kemudian mendukung swasembada pangan, mendukung Indonesia sebagai lumbung pangan. Tentu saja harapan besarnya adalah kita bisa mengekspor produk-produk kita ke negara lain,"pungkasnya.

Kehadiran Outlet MIA direspons positif oleh para agropreneur milenial, duta petani andalan DPA dan duta petani muda (DPM). Bagi mereka itu kabar dan terobosan yamg dianggap luar biasa.

"Informasi ini luar biasa. Kabar gembira sekali bagi teman-teman di Kaltimantan Timur karena ini lapak pasar Indonesia bahkan internasional di seluruh dunia dipastikan difasilitasi oleh Kementan," kata Fadil, salah seorang duta petani milenial di Kalimantan Timur.

Dia menyebut sudah banyak petani muda di daerahnya. Bahkan kini pihaknya sudah membentuk jaringan sebanyak 1300 petani milenial.

Hal senada juga diungkapkan Satria Ramanda, agroprenuer milenial asal Cianjur. (H-3)

BERITA TERKAIT