14 October 2021, 12:16 WIB

Presiden: Penggabungan Pelindo Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi upaya penggabungan Pelindo 1, 2, 3, dan 4 menjadi PT Pelabuhan Indonesia.

Menurutnya, langkah tersebut akan menciptakan efektivitas yang memicu penurunan biaya logistik di Tanah Air.

"Artinya, daya saing kita akan menjadi lebih baik dan produk-produk kita bisa bersaing dengan negara-negara lain," ujar Jokowi di Pelabuhan Way Kelambu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10).

Sedianya, arahan untuk menggabungkan seluruh BUMN pelabuhan telah disampakan kepala negara sejak 2014. Namun, baru tujuh tahun kemudian instruksi tersebut bisa direalisasikan.

Kini, setelah melakukan penggabungan, Pelabuhan Indonesia menjadi operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia dengan kapasitas tampung mencapai 16,7 juta teus.

Selanjutnya, Jokowi meminta perseroan mencari mitra strategis yang memiliki jaringan luas di seluruh dunia.

"Sehingga nanti terkoneksi dengan negara-negara lain dengan baik. Dengan begitu, produk-produk kita, barang-barang kita bisa menjelajah kemana-mana, masuk ke supply chain global, tujuan utamanya ke sana," jelas mantan wali kota Solo itu.

Ke depan, Jokowi pun meminta BUMN-BUMN yang bergerak di satu bidang yang sama untuk melakukan upaya serupa, menggabungkan diri.

Alasannya, itu akan membuat kekuatan perseroan menjadi jauh lebih besar.

"Nanti perusahaan-perusahaan yang lain juga harus seperti itu. Jangan kecil-kecil bertebaran, sehingga kekuatannya menjadi minim, baik dari sisi keuangan dan modal. Kalau bergabung seperti ini kekuatannya akan menjadi gede," tuturnya. (Pra/OL-09)

BERITA TERKAIT