13 October 2021, 15:13 WIB

Permintaan Asuransi Kesehatan Meningkat, Cigna Luncurkan CMP


Widhoroso | Ekonomi

SEJAK pandemi Covid-19 muncul, proteksi terhadap kesehatan keluarga menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang cukup menonjol. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah polis asuransi jiwa serta bertumbuhnya premi asuransi kesehatan.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan pada kuartal I 2021, jumlah polis asuransi jiwa meningkat 1,8% atau menjadi 17,78 juta year on year (yoy) sedangkan polis perorangan tumbuh 2,7 % yoy menjadi 17,24 juta. Sedangkan, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan pada kuartal I 2021, premi asuransi kesehatan bertumbuh 5,7% yoy menjadi Rp2,77 triliun atau naik dibanding periode yang sama tahun lalu yakni Rp2,62 triliun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah sangat peduli terhadap kesehatan dan telah memberikan perhatian selama masa pandemi Covid-19. Kendati begitu, masyarakat juga makin selektif di dalam memilih produk asuransi, terutama produk dan aneka kelebihan dari manfaat asuransi kesehatan tersebut.

President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds di Jakarta, Rabu (13/10) mengatakan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan bisnis asuransi dan penguasaan pangsa pasar asuransi, Cigna terus berinovasi menghadirkan produk yang beragam dan sesuai kebutuhan konsumen. Salah satu diantaranya adalah produk asuransi kesehatan Cigna Medical Pro (CMP) dengan pembayaran cashless.

"Kami menawarkan solusi proteksi kesehatan keluarga yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang makin meningkat terhadap asuransi kesehatan," jelasnya.

Di sisi lain, Direktur Distribusi Cigna Indonesia, Dini Maharani mengatakan, Cigna menawarkan produk kesehatan dimana konsumen dapat memilih manfaat penggantian biaya perawatan menurut kebutuhan dengan pembayaran cashless sesuai tagihan dari rumah sakit. Selain penggantian biaya rawat inap, nasabah juga bisa memilih asuransi tambahan seperti rawat jalan, rawat gigi, persalinan yang berlaku untuk usia 18-45 tahun, dan penyakit kritis sesuai kebutuhannya.

"Nasabah juga bisa mendapatkan layanan gratis kesehatan tak terbatas  dari dokter umum melalui aplikasi Good Doctor selama 24 jam dan enam kali akses gratis untuk melakukan pembelian obat pada platform Good Doctor per tahun polis tanpa dikenakan biaya tambahan," jelas Dini.

Ia menjelaskan, biaya rawat inap di rumah sakit juga berlaku jika nasabah terkena Covid-19. Tagihan biaya rumah sakit ditanggung selama 365 hari dalam setahun hingga jumlah maksimum sesuai batas manfaat tahunan nasabah.

"Bahkan, jika nasabah meninggal dunia akibat Covid-19, kami akan membayarkan santunan duka sesuai dengan plan yang dipilih nasabah. Produk ini juga bisa mengakomodasi lima anggota keluarga inti sebagai tertanggung dalam satu polis. Fasilitas lain yang tersedia adalah kemudahan akses ke jaringan hampir 1.000 rumah sakit seluruh Indonesia dengan pembayaran cashless," imbuhnya.

Untuk memiliki produk CMP ini, jelas Dini, nasabah dapat membuka polis untuk mulai anak-anak usia enam bulan lanjut usia 70 tahun. Ada pun premi produk CMP ini dimulai dari Rp279 ribu per bulan dan ada diskon premi 5% untuk pasangan dan/atau anak nasabah.

Dini memberikan ilustrasi, jika nasabah mengambil produk CMP pada usia 24 tahun, premi yang dibayar sebesar Rp1.392.587 per bulan dengan manfaat khusus kamar rawat inap sebesar Rp1.250.000 per hari. Sedangkan, jika nasabah mengambil produk ini pada usia 35 tahun maka premi yang dibayar adalah Rp3.361.063 per bulan dengan manfaat khusus kamar rawat inap sebesar Rp3 juta per hari.

"Sejauh ini, produk CMP sudah terjual lebih dari 200% dari target perusahaan. Dalam pemasaran produk ini kami memanfaatkan channel distribusi agency yang berjumlah 350 orang dan tersebar di Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Medan," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT