13 October 2021, 12:22 WIB

Kunker ke Kaltim, Menaker Terus Bekerja Atasi Masalah Ketenagakerjaan


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengambil langkah strategis dalam rangka meringankan tekanan ekonomi masyarakat sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Salah satunya dengan meluncurkan program perluasan kesempatan kerja melalui Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk penciptaan wirausaha dan program padat karya.

Menaker Ida Fauziyah menyatakan, dari program itu akan lahir wirausahawan-wirausahawan baru yang dapat menyerap tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya unggul, serta tentunya meningkatkan ekonomi wilayah. Pelaksanaan program ini akan dapat berdampak maksimal dengan dukungan dan sinergitas dari berbagai pihak terkait. 

Untuk itu, Kemenaker menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) guna melakukan Sinergi Program Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan dalam rangka Pengurangan Pengangguran dan Peningkatan Perekonomian Berbasis Desa.

Sinergi tiga kementerian itu diwujudkan dalam bentuk penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (11/10).

“Kita berkolaborasi dan bersinergi pada program-program kerja andalan di masing-masing kementerian dalam upaya mencapai tujuan bersama, yakni mengurangi pengangguran secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan,” ucap Menaker.

Menaker mengemukakan, pada Agustus 2020, tercatat bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap 29,12 juta angkatan kerja. Di mana 2,56 juta di antaranya menjadi pengangguran akibat pandemi pandemi Covid-19.

Kondisi ini mengalami perbaikan pada Februari 2021. Di mana angkatan kerja yang terdampak Covid-19 turun menjadi 19,1 juta angkatan kerja, yang mana 1,62 juta di antaranya menjadi pengangguran.

Ia menyakini kolaborasi yang dilakukan bisa menekan angka pe­ngangguran dan memitigasi angkatan kerja yang terdampak pandemi.

Mendes Abdul Halim Iskandar menyambut baik sinergi dengan Kemenaker dan Kemenkop UKM.

Ia menyatakan, dari MoU ini terdapat dua sasaran usaha di level desa, yaitu usaha yang sudah berkembang, tapi terganggu karena Covid-19 dan usaha baru yang pemasarannya dilakukan secara digital.

“Transformasi ekonomi seperti itu yang menjadi objek MoU kita bertiga,” ucapnya.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kemenkop UKM, Rully Nuryanto, mengatakan, sinergi dengan Kemnaker dan Kemendes PDTT penting untuk mencapai target penumbuhan rasio kewirausahaa 3,95% atau 1,5 juta wirausahawan baru di 2024.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kaltim, Menaker juga menjumpai para pendamping desa yang menjadi penerima bantuan subsidi gaji/upah (BSU) di Kantor Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, sehari sebelumnya. 

Ida menyampaikan banyak hal, antara lain tentang BSU. Ia mengapresiasi kepada para pendamping desa yang telah menjadi peserta BPJS, sehingga di saat kondisi sulit, seperti pandemi tetap dapat bantuan berupa BSU.

Pasalnya, BSU tetap diberikan kepada pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenaga­kerjaan sebagai apresiasi atas kepesertaan.

Menaker juga secara resmi membuka Sosiali­sasi Pemagangan Luar Negeri di Hotel Mercure Samarinda, Senin (10/10).

Hal ini, kata dia, merupakan langkah pemerintah melalui Kemenaker untuk terus berupaya menekan pengangguran di Tanah Air, salah satunya melalui program pemagangan.

 “Kita ingin pengangguran bisa kita tekan, salah satu alternatifnya melalui pemagangan,” ucap Ida. 

Menaker menjelaskan, pemagangan merupakan bagian dari proses pelatihan dengan menempatkan peserta di perusahaan, sehingga mereka bisa merasakan situasi dan suasana bekerja.

“Jadi magang itu bagian dari pelatihan. Pemagangan bukan untuk mendapatkan tenaga kerja murah secara terselubung, bukan,” pungkasnya.

Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya, Kemenaker selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (RO/S2-25)

BERITA TERKAIT