12 October 2021, 20:49 WIB

Tahun Ini, Penjualan Listrik PLN Diperkirakan Naik 4,7%


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memproyeksikan penjualan listrik tembus 252,51 terawatthour (TWh) hingga akhir 2021. Target itu tumbuh sebesar 4,71% dibandingkan realisasi penjualan tahun lalu.

Menggeliatnya ekonomi di tengah pandemi covid-19, mendorong pertumbuhan konsumsi listrik hingga 4,42% menjadi 187,78 TWh per September 2021 (yoy).

Untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik di tengah peningkatan konsumsi listrik, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini pun mengunjungi PLTU Suralaya di Banten. Pembangkit berkapasitas 3.400 MW menjadi salah satu tulang punggung kelistrikan di sistem Jawa-Bali.

Baca juga: PLN Beri Diskon Tarif 30% untuk Pengguna Kendaraan Listrik

"Saya ingin memastikan PLTU Suralaya bisa beroperasi dengan optimal. Dengan kondisi tersebut, pembangkit kita harus siap apabila terjadi lonjakan konsumsi listrik," kata Zulkifli dalam keterangan resmi, Selasa (12/10).

Saat ini, pasokan listrik di sistem Jawa, Madura dan Bali (Jamali) tengah berlebih. Hal itu seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah pembangkit di proyek 35 ribu MW. Adapun daya mampu sistem kelistrikan Jamali mencapai 38.522 MW, dengan beban puncak 26.931 MW. 

Baca juga: Bangun Smelter Single Line Terbesar, Freeport Kucurkan Rp42 Triliun

"Sistem kelistrikan Jamali siap untuk dukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kami siap melayani kebutuhan pelanggan, baik pelanggan rumah tangga, industri, bisnis maupun investor," imbuhnya.

Dengan melimpahnya pasokan listrik, PLN mengaku bisa leluasa melayani seluruh kebutuhan pelanggan. "Kami juga siap memasok listrik untuk mobil listrik, kompor induksi, hingga memasok listrik ke petani dan nelayan," pungkas Zulkifli.(OL-11)
 

 

BERITA TERKAIT