12 October 2021, 19:23 WIB

Dikritik Urusi Gernas BBI, Luhut: Ada 60 Juta Pekerja UMKM


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan kerap mendapat kritikan karena mengurusi kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang melibatkan jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

"Orang banyak yang bilang, apalagi sih si Luhut kerjain soal ini (Gernas BBI)? Eh, ini menyangkut puluhan juta lapangan kerja. Ada 60 juta orang yang bekerja dalam UMKM ini. Saya berharap ini terus didorong," ungkapnya dalam acara Launching Gernas BBI Kalimantan Timur secara virtual Selasa (12/10).

Dia menjelaskan, sejak Gernas BBI diluncurkan pada 14 Mei 2020, jumlah UMKM onboarding sudah lebih dari 8 juta UMKM dan dalam waktu satu tahun empat bulan, jumlahnya kini melonjak 100%. "Sekarang, total lebih dari 16 juta UMKM yang onboarding ke ekosistem digital. Ini saya harapkan dibarengi dengan kualitas produk yang makin baik," ucap Luhut

Menurutnya, ada beberapa pihak yang menganggap remeh kinerja UMKM. Padahal, sektor usaha tersebut dinilai sebagai tulang punggung perekonomian nasional karena 99% pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM.

Program Gernas BBI pun, lanjut Luhut, diperintahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk mendongkrak pelaku UMKM agar melek digital dengan memasarkan produk kreatif mereka melalui platform online. "Orang melihat bangga buatan Indonesia soal UMKM terkadang sebelah mata. Padahal (sektor) ini backbone ekonomi kita. Presiden pun telah minta ini dilakukan dengan baik," kata dia.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pun menggandeng sejumlah perusahaan-perusahaan e-commerce dalam rangka pelaksanaan Program Stimulus Bangga Buatan Indonesia (PSBBI) untuk mendongkrak omzet para pelaku UMKM kreatif. Mereka akan memperoleh hingga 500 voucher dengan total nilai Rp50 juta yang bisa dimanfaatkan sebagai salah satu strategi dalam mendongkrak omzet penjualan mereka di toko online. 

Baca juga: Bangun Smelter Single Line Terbesar, Freeport Kucurkan Rp42 Triliun

Aparatur sipil negara (ASN) dan aparat dilarang ikut program ini. Pelaku UMKM kreatif dalam subsektor fesyen, termasuk kosmetik dan perawatan kulit, kriya, dan kuliner mendapatkan kesempatan untuk menjual produk terbaiknya dengan harga yang relatif lebih murah pada laman toko online mereka. (OL-14)

BERITA TERKAIT