11 October 2021, 22:54 WIB

Pandemi Jadi Peluang bagi Sektor Keuangan Digital


Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai perubahan perilaku masyarakat selama pandemi merupakan peluang bagi sektor keuangan digital. Akselerasi dan transformasi di sektor itu perlu dilakukan lantaran akan menunjang perekonomian nasional.

"Ini merupakan peluang untuk melakukan akselerasi transformasi digital di sektor keuangan, sehingga tentunya berkontribusi positif terhadap pemulihan ekonomi nasional," ujarnya dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Innovation Virtual Day 2021, Senin (11/10).

Sektor keuangan digital mesti mampu menangkap peluang tersebut. Terlebih saat ini Indonesia tengah mengalami bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berusia muda yang erat dengan digitalisasi. Mayoritas penduduk Indonesia saat ini berusia 8 hingga 39 tahun. Kelompok usia itu terbukti mampu beradaptasi dengan teknologi tinggi seperti digital. Tak heran, kata Airlangga, pertumbuhan di sektor informasi dan komunikasi tumbuh pesat bahkan sebelum pandemi covid-19 merebak.

Banyaknya penduduk usia muda yang mampu mengadopsi teknologi digital mesti dicermati sebagai peluang untuk melakukan terobosan. Pasalnya pengguna teknologi di Indonesia bertambah hingga 37% selama pandemi dan sebanyak 93% akan tetap memanfaatkan teknologi digital kendati pandemi usai.

Peluang untuk bertumbuhnya sektor ekonomi dan keuangan digital juga dikonfirmasi oleh perkembangannya. Airlangga bilang, 41,9% transaksi ekonomi digital di ASEAN berasal dari Indonesia. Penyumbang terbesar ialah lokapasar (e-commerce) yang ada di Indonesia.

"Transaksi e-commerce perbankan digital dan uang elektronik diprediksi meningkat tahun ini, dengan peningkatan terbesar di e-commerce yaitu sebesar 48,4%, sementara uang elektronik diproyeksikan masih akan mengalami peningkatan sebesar 35,7% - 30,1%," imbuh Airlangga.

"Fintech lending turut mengalami perkembangan pesat, di mana outstanding pinjaman di 2021 di bulan Agustus meningkat menjadi Rp26,09 triliun dan pinjaman baru sebesar Rp101,47 triliun," sambungnya.

Kendati bertumbuh, sektor ekonomi dan keuangan digital juga dihadapkan dengan tantangan, utamanya terkait ekosistem. Airlangga menuturkan, indeks inovasi digital Indonesia masih berada di urutan 85 dari 131 negara pada 2020.

Sedangkan indeks literasi digital Indonesia masih berada dalam kategori sedang. Karenanya, berbagai terobosan melalui pembangunan infrastruktur digital, pengembangan sumber daya manusia, serta regulasi yang mendukung diperlukan.

Pemerintah, imbuh Airlangga, telah melakukan upaya pengembangan SDM digital melalui pengembangan talenta digital. Dalam program itu, kecakapan dan keandalan SDM nasional didorong untuk berkembang dan berakhir pada peningkatan produktivitas, tak terkecuali di sektor keuangan digital.

Upaya pengembangan juga dilakukan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional itu diharapkan mampu mengadopsi teknologi digital yang belakangan berkembang dengan cepat. "Ini selain meningkatkan produktivitas (UMKM), juga membuka akses pasar dan akses sektor keuangan digital," pungkas Ketua Umum Partai Golkar itu. (OL-8)

BERITA TERKAIT