10 October 2021, 20:05 WIB

Industri Lampu Lokal Butuh Intervensi Pemerintah 


Emir Chairullah | Ekonomi

PEMERINTAH diharapkan bisa mendorong industri lampu dalam negeri agar dapat mengurangi dominasi impor lampu LED. Apalagi sejumlah industri lampu lokal sudah mampu memproduksi lampu LED berkualitas tinggi dan berkapasitas besar termasuk mengekspornya ke sejumlah negara. 

“Pasarnya besar tapi dikuasai produk impor,” kata peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM) M Indra Al Irsyad dalam diskusi ‘Penyusunan Roadmap Pengembangan Pencahayaan LED untuk Indonesia’, akhir pekan lalu. 

Dirinya menjelaskan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan bersama dengan Adlight, pihaknya mengusulkan agar pemerintah membuat sejumlah intervensi kebijakan untuk meningkatkan pasar produk lampu LED lokal. 

Beberapa usulan yang ditawarkan seperti kewajiban memakai lampu LED lokal sebagai persyaratan pemberian Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). 

“Selain itu ada komitmen menggunakan lampu TKDN selama kualitas baik dan harga murah (daripada lampu impor),” ujarnya. 

Namun demikian, tambah Indra, dirinya mengakui untuk meningkatkan pangsa pasar produk lokal tersebut dibutuhkan konsep untuk meningkatkan pengetahuan publik. Akibatnya industri lampu dalam negeri hanya punya pangsa pasar 12%. 

“Sebab walaupun produknya berkualitas, namun tidak dikenal publik ya susah juga untuk berkembang,” pungkasnya. 

Baca juga : Bahlil Lobi Volkswagen Investasi Sel Industri Baterai Mobil Listrik

Hal senada diungkapkan Daniel Denies dari Gabungan Industri Manufaktur Lampu Terpadu Indonesia (Gamatrindo) yang menyebutkan bahwa pada dasarnya lampu LED lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Para produsen pun juga bakal mendukung semua rencana pemerintah terkait penguatan pangsa pasar lampu LED ini. 

“Karena itu kita butuh bantuan dari pemerintah terkait regulasi,” jelasnya. 

Pada kesempatan lain, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE), Haryanto menjelaskan produksi lampu LED di tanah air terus tumbuh. Tercatat angka penjualan pada 2019 menjadi 60 juta unit dari 22 juta lampu pada 2012. Penggunaan lampu ini perlu ditingkatkan lagi, mengingat pemanfaatan lampu LED pada rumah tangga saat ini baru sebesar 52%, sisanya lampu CFL (41%) dan lampu pijar (7%).  

“Pada tahun 2030 permintaan lampu LED diproyeksikan akan meningkat menjadi 165 juta unit,” kata Haryanto.  

Ia menyebutkan, selain mendukung agar industri lokal bertahan dalam menghadapi pandemi, peningkatan penggunaan lampu LED produksi lokal tidak hanya menghemat energi dan menurunkan emisi. 

“Apalagi beberapa industri lampu LED yang disurvei  telah mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan telah lulus SNI, dengan rata-rata faktor daya di atas 90% dan efikasi tinggi,” ungkapnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT