10 October 2021, 19:20 WIB

Bahlil Lobi Volkswagen Investasi Sel Industri Baterai Mobil Listrik


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku telah melobi perusahaan otomotif asal Jerman, Volkswagen AG (AG) untuk berinvestasi sel baterai kendaraan listrik di Indonesia. 

Kunjungan Bahlil ke Jerman beberapa waktu lalu pun disambut oleh Thomas Schmall-von Westerholt, Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components. 

"Saya berusaha meyakinkan VW untuk membuat prekursor katoda baterai kendaraan listrik di Indonesia, sebagai bagian dari supply chain bahan baku pabrik baterai listrik mereka," katanya dalam akun sosial medianya yang dikutip Minggu (10/10). 

Bahlil menyatakan, pemerintah Indonesia komitmen untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir. 

"Kami siap mendukung dan memfasilitasi penyediaan bahan baku melalui kerja sama dengan pengusaha lokal dan UMKM di Indonesia," janjinya. 

Baca juga : Jubir Airlangga Jelaskan Sejak Awal Luhut Pimpin Proyek Kereta Cepat

Dalam keterangan resminya, Bahlil juga menyatakan telah bertemu dengan  BASF SE atau dikenal Badische Anilin-und Soda-Fabrik korporasi kimia multinasional asal Jerman. 

Pertemuan tersebut guna menindaklanjuti minat investasi BASF di bidang industri smelter/pemurnian hidrometalurgi nikel dan kobalt yang menghasilkan produk bahan baku baterai kendaraan listrik. 

Rencananya, BASF bekerja sama dengan Eramet, perusahaan pertambangan asal Perancis, akan melakukan kerja sama investasi kompleks pengolahan nikel-kobalt untuk keperluan pengembangan kendaraan listrik. Proyek tersebut mencakup pembangunan pabrik High-Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Base Metal Refinery (BMR). 

"Kami akan dukung penuh rencana investasi BASF ini. Terkait perizinan dan insentif investasi, kami yang akan urus. Kita akan kawal terus sampai beres,” jelas Bahlil. (OL-7)

BERITA TERKAIT