08 October 2021, 23:43 WIB

2022, Produksi Perikanan Budidaya Diprediksi Capai 20,54 Juta Ton


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) memprediksi produksi perikanan budidaya pada 2022 mencapai 20,54 juta ton yang meliputi 8,69 juta ton ikan dan 11,85 juta ton rumput laut. Untuk produksi ikan hias ditargetkan mencapai 2,1 miliar ekor. Dari sisi kesejahteraan, pendapatan rata-rata pembudidaya diharapkan dapat meningkat hingga Rp3,55 juta per bulan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengungkapkan, penerapan ekonomi biru dalam perikanan budidaya melalui penerapan inovasi harus memperhitungkan keseimbangan antara dampak ekonomi dan dampak ekologi. "Dengan demikian, dihasilkan produksi ikan yang optimal dan berdaya saing serta meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat," kata Dirjen yang akrab disapa Tebe ini dalam rilis resminya, Jumat (8/10).

Lebih lanjut Tebe menyebut, udang sebagai salah satu komoditas utama pendukung kebijakan pengembangan perikanan budidaya untuk ekspor. KKP telah meyiapkan strategi peningkatan produksi budidaya udang hingga mencapai 2 juta ton pada 2024 "Strategi itu di antaranya dengan skema konsep revitalisasi tambak tradisional seperti yang saat ini diterapkan di beberapa Kabupaten meliputi Aceh Timur, Lampung Selatan, Sukamara, Buol dan Cianjur,” urai Tebe.

Strategi berikutnya yang dicanangkan oleh KKP ialah melalui skema konsep modelling tambak udang modern. Selain produktivitas yang lebih tinggi serta melalui mekanisasi dan digitalisasi. Konsep ini akan mengintegrasikan sektor hulu untuk ketersediaan benur dan pakan dengan sektor hilir untuk proses pasca panen dengan ketersediaan gudang beku, pabrik es, serta peralatan pengolahan. KKP juga telah membuat model percontohan kampung budidaya melalui rehabilitasi kolam, mesin pakan mandiri, unit pakan mandiri skala medium dan bantuan alat berat seperti excavator.

“Dengan model percontohan tersebut, yang didukung pengembangan usaha melalui kegiatan asuransi budidaya dan sertifikasi lahan serta penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) yang stabil dan berkelanjutan, produktivitas tiap komoditas diharapkan mampu meningkat di setiap kampung budidaya,” pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT