07 October 2021, 19:10 WIB

ESDM Bentuk Satgas untuk Capai Lifting Minyak 1 Juta Barel per Hari 


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PEMERINTAH mengambil langkah serius untuk mewujudkan capaian lifting minyak 1 juta barel minyak per hari (bopd) dan lifting gas 12 miliar kaki kubik per hari (bscfd) pada 2030.

Upaya yang diambil adalah membentuk tim task force atau satuan tugas (satgas) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada masing-masing program. "Untuk mendukung (target), telah dibentuk task force demi mempercepat produksi," ungkap Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam keterangan resmi, Kamis (7/10).

Baca juga: Selama Berproduksi, Blok Cepu Setor Rp249 Triliun ke Negara

Terdapat enam task force untuk monitoring, pengawasan, hingga perencanaan pada program percepatan Plan of Development (POD), percepatan drilling, Enhanced Oil Recovery (EOR) atau metode eksploitasi minyak, insentif fiskal, migas non konvensional, hingga eksplorasi.

Menurut Tutuka, kehadiran tim task force membuat pemerintah lebih percaya diri bahwa target lifting dapat tercapai pada 2030. Apalagi, konsumsi minyak Indonesia lebih besar dibandingkan produksi. Sedangkan untuk gas, kondisinya lebih baik dengan surplus produksi dan cadangan yang lebih besar.

Baca juga: DPR Minta Proyeksi Produksi dan Lifting Migas Lebih Realistis

Dengan tercapainya target produksi minyak 1 juta BOPD, lanjut dia, dapat menekan impor minyak dari 1,1 juta bopd menjadi 324 ribu bopd. Serta, penghematan devisa pada 2021-2040 sebesar US$14,1 miliar per tahun.

Saat ini, Ditjen Migas bersama SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengidentifikasi profil produksi yang direncanakan dari masing-masing KKKS. Diketahui, pada 2030 total produksi minyak sekitar 1 juta bopd. Pemerintah juga berencana menggeser lokasi eksplorasi dari awalnya fokus di wilayah barat ke wilayah timur.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT