07 October 2021, 17:22 WIB

Selama Berproduksi, Blok Cepu Setor Rp249 Triliun ke Negara


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MEMASUKI awal Oktober 2021, jumlah produksi dari wilayah kerja (WK) minyak di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Jawa Timur, yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Ltd. (EMCL), sudah mencapai 500 juta barel minyak (mmbo). 

Adapun capaian tersebut melampaui komitmen target Plan of Development (POD) awal, yakni sebesar 450 mmbo. Dengan produksi kumulatif tersebut, WK Cepu mampu berkontribusi terhadap penerimaan negara sebesar ratusan triliun atau empat kali lipat dari nilai investasi.

“Sejak 2008, dengan total investasi sekitar Rp57 triliun, WK Cepu telah memproduksi 500 juta barel minyak mentah dan berkontribusi lebih dari Rp249 triliun bagi pendapatan negara dalam bentuk minyak mentah dan pajak,” jelas Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Kamis (7/10).

Baca juga: Impor Migas Agustus Naik 115,75% dari Tahun Lalu

Berdasarkan kajian teknis, cadangan Lapangan Banyu Urip juga dilaporkan meningkat menjadi 940 mmbo. Artinya, meningkat lebih dari dua kali lipat dari POD awal sebesar 450 mmbo. Peningkatan ini tentunya memberikan manfaat besar bagi penerimaan negara, serta multiplier effect bagi perekonomian lokal.

Pada awal POD Banyu Urip, lanjut Dwi, tingkat periode plateau diperkirakan berlangsung sekitar 2 tahun, dengan tingkat produksi rata-rata tahunan 165.000 barel minyak per hari (bpod). "Sejak full facility dimulai Januari 2016, puncak produksi dicapai selama 5 tahun di angka 185.000-225.000 bpod. Termasuk, tambahan 10.000 bopd dari Lapangan Kedung Keris sejak Desember 2019,” paparnya.

Baca juga: Lifting ke-700 Minyak Mentah Blok Cepu, Hulu Migas RI Menjanjikan

Namun, pihaknya terus berupaya bersama EMCL untuk menjaga tingkat penurunan produksi. SKK Migas juga akan berkoordinasi secara aktif untuk menjaga tingkat produksi WK Cepu. Mengingat, WK Cepu menjadi salah satu tulang punggung upaya mencapai produksi minyak nasional 1 juta bpod pada 2030.

Fasilitas WK Cepu dibangun lima konsorsium yang dipimpin perusahaan Indonesia. Lebih dari 460 perusahaan nasional dan lokal juga berpartisipasi dalam pengembangan dan operasi di WK tersebut. President ExxonMobil Indonesia Irtiza Sayyed menyebut keberhasilan pengelolaan WK ini merupakan hasil kemitraan Kementerian ESDM, SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited, hingga Pertamina.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT