07 October 2021, 14:27 WIB

IPO Perusahaan BUMN Kerap Ditunggu Investor


Fetry Wuryasti | Ekonomi

MENTERI BUMN Erick Thohir mendorong perusahaan BUMN dan anak cucu BUMN untuk segera melantai di pasar modal, serta melakukan penawaran saham perdana (IPO). 

Pasalnya, kondisi pasar saham saat ini tengah membaik. Tim riset Mirae Asset Sekuritas memandang langkah IPO sejumlah perusahaan BUMN dan anak BUMN tepat dilakukan pada 2022. Sebab, pada tahun depan ada momentum pemulihan ekonomi nasional.

Hingga saat ini, banyak antrean anak usaha BUMN yang memiliki rencana IPO. Mulai dari Miratel, anak usaha Krakatau Steel, berikut anak usaha para emiten konstruksi. Diharapkan pada 2022, beberapa anak usaha BUMN bisa melalukan IPO.

Baca juga: Tujuh BUMN Diusulkan Dapat PMN pada Tahun Ini

"Keuntungan bila anak usaha BUMN melakukan IPO, yakni, bussiness investor akan selalu lebih 'percaya' bahwa saham anak usaha BUMN bisa dipegang untuk jangka panjang. Karena banyak keuntungan terkait kebijakan, terutama proyek yang kemungkinan didapatkan dari induk usahanya," tutur Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger, Kamis (7/10)

Secara umum, IPO anak usaha BUMN mengindikasikan bahwa pasar modal dan momentum ekonomi sedang bagus. Hal ini memberikan sinyal positif ke investor. "Banyak sisi positifnya IPO saham BUMN. Lalu, bagi investor maupun pasar modal itu sendiri," imbuh Roger.

Baca juga: Realisasi Dividen BUMN Hingga Agustus 2021 Lampaui Target

Adapun Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menilai selain dari sisi waktu, sisi kinerja perusahaan BUMN juga harus dipastikan prima dan punya prospek cerah untuk IPO. Pemerintah dikatakannya harus cermat melihat momentum pemulihan ekonomi. 

Dengan begitu, pelaksanaan IPO perusahaan BUMN dan anak usaha BUMN menjadi lebih progresif. Serta, memiliki prestise yang kuat dan nilai lebih dari investor. "Perusahaan ketika go public akan menjadi salah satu pilihan emiten. Mayoritas BUMN punya target pasar yang jelas terkait proyek pemerintah. Memiliki size perusahaan yang besar," jelas Martha. (OL-11)

BERITA TERKAIT