06 October 2021, 11:50 WIB

Petani Milenial Bangkit, Pertanian Papua Barat Melejit Setinggi Langit


mediaindonesia.com | Ekonomi

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo secara resmi membuka Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani Milenial yang diselenggarakan di Bendungan SP 1 Desa Klamalu, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Menurut Mentan SYL, petani milenial merupakan tulang punggung pertanian di masa depan. Jika petani milenial di suatu daerah bangkit, Mentan SYL memastikan sektor pertanian akan melejit setinggi langit. 

"Saya berharap generasi petani milenial bermanfaat bagi sekitar, kaya hati dan terus berinovasi bagi pertanian Indonesia," ujar Mentan, Senin (4/10). 

Menurut Mentan, saat ini bertani merupakan profesi yang sangat menjanjikan. Bertani pun tak lagi memerlukan lahan besar. Dengan inovasi teknologi yang dikembangkan, pekarangan cukup untuk dijadikan lahan pertanian.

"Untuk jadi petani maju tidak perlu lahan besar, pekarangan rumah juga bisa dijadikan ladang mencari nafkah," tutur SYL. 

Mentan mengajak milenial untuk mau terjun dan menggeluti sektor pertanian. Katanya, bertani itu hebat dan menjadi petani itu keren. "

Usaha dan semangat jadi modal awal bagi petani agar naik derajatnya, makin produktif dan bermanfaat bagi sesama," tegas dia. 

Pada saat yang sama, Mentan SYL menyebut Papua memiliki alam yang subur. Air mengalir tiada henti. "Matahari, angin dan air yang tiada henti adalah karunia Tuhan yang diberikan kepada petani Papua," tutur dia. 

Untuk mendukung permodalan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian disiapkan senilai Rp500 miliar. Petani Papua bisa mengakses pembiayaan tersebut untuk mendukung pengembangan budi daya pertanian mereka dan tersedia pula voucher KUR Pertanian hingga Rp50 juta untuk 1 orang petani dalam jangka waktu 2 tahun. 

"Lahan ada, tenaga dan permodalan ada. Yang kita kurang tinggal pelatihan dan pelatihan. Praktik dan implementasinya sangat diharapkan dari petani Papua," imbuh Mentan. 

Menurutnya, varietas yang dikembangkan petani Papua seperti jagung, kacang, kedelai, singkong, ubi jalar bisa ditanam dalam satu bidang lahan.

"Harus bervariasi varietas tanamannya. Bahkan bisa dikolaborasikan dengan peternakan supaya saling melengkapi. Kotoran binatang bisa jadi pupuk alami bagi tanaman yang kalian tanam," papar SYL. 

“Pertanian selalu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pertanian pula selalu memberikan berkah kepada petani. Pertanian tak pernah ingkar janji, seperti merpati putih yang tidak pernah ingkar janji. Sekali lagi, bertani itu hebat, menjadi petani keren," terang Mentan. 

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, menambahkan, kunci keberhasilan pertanian bukan pada pupuk, bukan di benih, bukan di irigasi, tetapi SDM pertanian. 

"Yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian adalah petani, termasuk di dalamnya petani milenial. Oleh karena itu, saya yakin kalau petani milenial Papua bangkit, pertanian Papua melejit. Petani milenial Papua hebat, pertanian Papua melesat," tegas Dedi dalam keterangan yang diterima Selasa (5/10).

Dijelaskannya, hari ini merupakan gelombang kedua kegiatan pelatihan pertanian di Kabupaten Sorong. Sebanyak 60 peserta dilatih di Merauke. Pelatihan akan dilaksanakan tanggal 6 Oktober 2021. Pun halnya  di kabupaten-kabupaten lain, sedang dilaksanakan pelatihan bagi para petani milenial.

"Sudah ada lebih dari 800 petani milenial yang mengikuti pelatihan. Kami akan lakukan terus pelatihan kewirausahaan, pelatihan mengenai cara mendapatkan akses KUR bagi petani, pelatihan pemupukan berimbang dan teknik budidaya yang lain terus kita lakukan," tegas Dedi. 

Nantinya, target peserta petani milenial di Papua yang tersentuh pelatihan Kementan sebanyak 2.000 petani milenial. Namun, kata dia, mengenai teknik pelatihan petani di Papua nampaknya harus dilakukan secara offline, sebab terkendala jaringan yang belum merata untuk dilakukan pelatihan online.

"Untuk pelatihan terkait budidaya jagung sudah ada 50 orang yang siap dilatih bagaimana berwirausaha, mendapatkan akses KUR, serta pemupukan berimbang supaya mereka makin produktif dan mendapat profit maksimal," papar Dedi. 

Dilanjutkannya, pelatihan pemupukan berimbang dilaksanakan mulai hari ini selama 3 sampai 4 hari ke depan secara maraton di kabupaten-kabupaten lain di Papua. Tujuan utamanya kata Dedi untuk mendongkrak produktivitas petani di tanah Papua ini. 

"Bumi Papua ini sumber daya lahannya luar biasa, sumber daya tanahnya luar biasa, airnya mengalir tak henti-henti, sangat cocok untuk pertanian. Tinggal SDM pertaniannya yang harus kita genjot, supaya bisa bersaing dengan petani di luar Papua, bahkan mancanegara," demikian Dedi. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT