05 October 2021, 23:21 WIB

Ceko Beli Sistem Pertahanan Udara Israel Senilai Rp9 Triliun


Mediaindonesia.com |

REPUBLIK Ceko menandatangani kesepakatan dengan Israel pada Selasa (5/10) untuk membeli empat set sistem pertahanan udara jarak pendek, Spyder, pada 2026 untuk menggantikan senjata usang buatan Soviet. Negara itu akan membayar 13,7 miliar krona Ceko (US$630 juta atau sekitar Rp9 triliun) untuk sistem yang dibuat oleh perusahaan milik negara Israel, Rafael.

Pembelian itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Republik Ceko untuk meningkatkan peralatan militernya, Ini sekaligus meningkatkan hubungan dengan Israel yang sudah menjadi sekutu dekat.

"Para ahli militer memilih Spyder sebagai sistem yang paling cocok setelah menilai sembilan sistem," kata Menteri Pertahanan Ceko Lubomir Metnar dalam suatu pernyataan. "Dengan itu, Republik Ceko mendapatkan teknologi paling mutakhir yang diuji dalam pertempuran, apalagi dengan jaminan penuh dari Israel berdasarkan kesepakatan antarpemerintah," tambahnya.

Perusahaan Ceko akan memasok barang dan jasa sebesar 38% dari nilai kontrak. "Ini perjanjian strategis dengan negara anggota NATO yang akan menciptakan peluang kerja di kedua negara," kata Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dalam suatu pernyataan.

Kepala Eksekutif Rafael, Yoav Har-Even, memuji kesepakatan itu sebagai perjanjian pertahanan udara pertama perusahaannya dengan negara NATO. "Perjanjian itu juga mencakup kontrak pemeliharaan untuk dua dekade ke depan serta produksi lokal sebagai dua tren dari Rafael yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir," tambahnya.

Baca juga: Iran Desak PBB Kutuk Serangan Teroris Israel ke Situs Nuklirnya

Metnar mengatakan sebelumnya pembelian itu merupakan langkah untuk menyingkirkan sistem buatan Soviet dari 1970-an yang tidak sesuai dengan standar pertahanan udara saat ini. Republik Ceko bergabung dengan NATO pada 1999, 10 tahun setelah bekas Cekoslowakia menumbangkan rezim komunis totaliter yang telah berkuasa selama empat dekade. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT