04 October 2021, 20:24 WIB

Dukung Pemulihan, Lion Parcel Luncurkan JAGOPACK


Mediaindonesia.com | Ekonomi

LION Parcel (PT. Lion Express), perusahaan jasa ekspedisi terkemuka di Indonesia, secara resmi meluncurkan layanan terbaru JAGOPACK sebagai bentuk kontribusinya dalam pemulihan produktivitas dan ekonomi masyarakat. 

Melalui JAGOPACK, Lion Parcel menghadirkan layanan pengiriman dengan ongkir sangat kompetitif dan menjadi jagonya ongkir murah saat ini. 

Peluncuran JAGOPACK ini juga merupakan inisiatif Lion Parcel yang melihat kebutuhan para pelanggan yang terus berkembang dan bagaimana layanan logistik kini telah memiliki peran penting dalam aktivitas masyarakat yang serba terbatas di tengah pandemi. 

Terbukti selama Januari-Agustus 2021, Lion Parcel berhasil mencatat kenaikan volume jumlah pengiriman sebesar 55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini memungkinkan Lion Parcel untuk mempertahankan jumlah tonase pengiriman di bulan September 2021 sebesar 4.000 ton, sama seperti pencapaian pada periode Ramadan 2021. 

“Didukung oleh layanan pengantaran yang telah menjangkau 98% kecamatan di 34 provinsi Tanah Air, JAGOPACK akan memberikan kemudahan akses dan kenyamanan pengiriman paket bagi para pelanggan,” ungkap  Chief Executive Officer Lion Parcel Farian Kirana. 

JAGOPACK ditawarkan dengan ongkir mulai dari Rp4.500 untuk pengiriman luar kota yang tersedia di lebih dari 40.000 rute. Dengan adanya ongkir yang murah ini, JAGOPACK diharapkan dapat semakin memacu percepatan roda transaksi ekonomi khususnya di kalangan pelaku bisnis UMKM guna mendukung produktivitas pengiriman barang mereka dengan lancar, efektif, dan efisien secara biaya. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan jangkauan distribusi produk-produknya secara lebih luas lagi di seluruh penjuru Tanah Air bersama Lion Parcel. 

Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto menambahkanJAGOPACK hadir dengan dilengkapi promo SIKAT (Setengah Kilo Hemat), dimana berlaku kebijakan pembulatan ke bawah dan tanpa perhitungan dimensi (volumetrik). 

"Sebagai contoh, apabila pelanggan mengirimkan paket dengan berat tanggung 1,9kg, maka ongkir yang dibayarkan hanya untuk 1,5kg. Kami harap layanan ini dapat  dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas, terutama para pelaku UMKM dalam mengakselerasi pengembangan serta pertumbuhan bisnisnya. Dengan roda transaksi yang makin bergulir, dan pasar yang makin luas, diharapkan perekonomian nasional yang tengah terdampak pandemi dapat segera pulih kembali,” tandasnya. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT