30 September 2021, 23:54 WIB

PLN Garap 4 Proyek Infrastruktur Listrik di Sulteng


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PERUSAHAN Listrik Negara atau PLN (Persero) tengah menggarap proyek infrastruktur ketenagalistrikan (PIK) di Sulawesi Tengah (Sulteng), untuk mendukung proyek smelter di daerah tersebut.

Empat infrastruktur itu ialah, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palu 3 berkapasitas 2x50MW, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Tawaeli - Talise dengan jumlah tower sebanyak 62 tip, SUTT 150kV Tawaeli - PLTU Palu 3 dengan jumlah tower sebanyak 34 tip, dan Gardu Induk (GI) 150kV Tawaeli berkapasitas 60 MVA.

"Pelanggan tidak usah khawatir terhadap suplai listrik yang diperlukan karena setelah bencana tsunami 2018 lalu, beban puncak Kota Palu meningkat menjadi 150 MW yang sebelumnya 125 MW," kata Direktur Bisnis Regional Sulawesi Maluku dan Papua (Sulmapana) Syamsul Huda dalam rilisnya, Kamis (30/9).

Dia mengatakan, pembangunan GI 150 kV Tawaeli telah mencapai 60%, untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kawasan Ekonomi Khusus Kota Palu. Untuk pekerjaan PIK SUTT 150kV Palu 3-Tawaeli. Adapun proyek SUTT 150kV Tawaeli-Talise dilaporkan telah memasuki tahap recheck survey dan pembebasan lahan, sementara progres pembangunan PLTU Palu 3 telah memasuki pekerjaan sipil.

Kelistrikan Palu masuk ke dalam interkoneksi sistem Sulawesi Bagian Selatan. Sistem tersebut diungkapkan PLN, memiliki daya mampu sebesar 1.953 MW dengan cadangan daya mencapai 594 MW. Selain itu, kelistrikan Palu juga telah disuplai oleh 2 jalur SUTT melalui SUTT 150kV Poso - Sidera dan SUTT 150kV Mamuju - Topoyo yang baru diselesaikan pada 2020. Dari suplai yang ada, lanjut Huda, keandalan listrik Kota Palu sangat baik.

Huda pun menyambut baik PT Anugerah Tambang Smelter (ATS) yang menggandeng PLN guna memenuhi kebutuhan listrik yang andal bagi operasional produksinya. Hal tersebut dituangkan dalam Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan PT ATS sebesar 170 MVA yang ditandatangani pada Kamis (23/09).

PT ATS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan nikel dan industri smelter. Total kapasitas produksinya bisa mencapai 144 ribu ton per tahun. "Saya berharap dengan tumbuhnya industri ini dapat mendorong pertumbuhan Ekonomi bagi Kota Palu dan sekitarnya," pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT