30 September 2021, 20:35 WIB

OJK Minta Perbankan Fasilitasi Pembiayaan Resi Gudang ke Level Petani


Despian Nurhidayat | Ekonomi

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan untuk dapat memberikan fasilitas pembiayaan resi gudang ke level petani. Dia juga mendukung korporatisasi pertanian dari agro culture menjadi agrobisnis yang secara sederhana diwujudkan dalam bentuk klaster pertanian, sehingga dapat memberi nilai tambah bagi petani dan mewujudkan ekosistem pertanian yang terkonsolidasi dengan baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan akses keuangan masyarakat kepada pembiayaan formal menjadi hal yang sangat penting demi mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, harus didukung oleh penguatan ekonomi daerah dengan memperhatikan kekhasan dan komoditas unggulan setempat.

“Kami berharap, ekosistem KUR Klaster ini dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga bisa turut andil dalam meningkatkan akses keuangan masyarakat yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya saat meninjau pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster Pertanian Padi di Desa Brujul, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Kamis (30/9).

Perlu diketahui, tinjauan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan pembentukan ekosistem pertanian yang terintegrasi serta peningkatkan akses keuangan masyarakat dan penyaluran KUR pada sektor pertanian.

Lebih lanjut, Wimboh juga melakukan dialog dengan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta perwakilan Koperasi Bumi Intan Pari selaku offtaker untuk mendengar langsung perkembangan dan kendala di lapangan pada implementasi kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan OJK dan Pemerintah.

Baca juga : Erick: BUMN Mangkrak Harus Diselesaikan Penutupannya

Perwakilan gapoktan menyampaikan harapannya untuk dapat memperoleh kestabilan harga serta adanya pembatasan impor serta kemudahan untuk mendapatkan akses pembiayaan khususnya dari perbankan.

KUR Klaster pertanian ini telah berjalan dan direplikasi di beberapa daerah untuk menciptakan ekosistem yang membantu para petani memperoleh dukungan pembiayaan, pendampingan, dan juga pemasaran atas hasil taninya.

Ekosistem KUR Klaster ini diharapkan dapat membantu para petani yang tergabung dalam 25 Gapoktan untuk terus menjalankan usahanya serta membantu Koperasi Bumi Intan Pari bekerja sama dengan offtaker lain dalam memberikan fasilitas untuk mendukung pengolahan hasil padi.

Direktur Mikro dan UMKM BRI Supari menjelaskan bahwa saat ini BRI telah memiliki 11 ribu klaster dengan realisasi penyaluran KUR Pertanian sebesar Rp1.143 triliun kepada 43.740 debitur.

Pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan OJK berupa pendukung pertanian sebagai pelengkap alat Testing Grader kepada Koperasi Bumi Intan Pari dan alat pengukur kadar air gabah dan beras kepada 4 Gapoktan.

"OJK terus mendorong pembentukan klaster pertanian yang dapat mempermudah proses pengajuan, pencairan dan penjamin kredit serta pemasaran produk pertanian," pungkas Wimboh. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT