30 September 2021, 10:56 WIB

Perluas Pasar, 19 Pengembang Gim Lokal Ikuti Tokyo Game Show


Mediaindonesia.com | Ekonomi

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung partisipasi Indonesia di ajang Tokyo Game Show (TGS) 2021 sebagai salah satu upaya mendorong gim lokal mendunia dengan terbukanya akses pasar seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi atau gim. Tokyo Game Show ialah event pameran dagang serta eksibisi gim terkemuka di dunia yang akan dilaksanakan pada 30 September-3 Oktober 2021.

Event itu sering kali dijadikan benchmark bagi penyelenggaraan event serupa di kawasan dunia lain. Konten di dalamnya juga sering kali menjadi barometer perkembangan industri gim global. TGS 2021 dilangsungkan secara hibrida (daring dan luring).

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan, partisipasi Indonesia merupakan salah satu strategi utama pihaknya dalam memajukan industri gim melalui pembukaan akses pasar seluas-luasnya. "Kami percaya bahwa potensi gim lokal atau buatan Indonesia sangatlah besar untuk dapat 'dilirik' dunia sebagai produk digital ekonomi kreatif unggulan asal Indonesia. Hal ini tentu pada akhirnya juga akan dapat mengakselerasi pemulihan perekonomian bangsa di tengah kondisi pandemi saat ini," ujar Nia Niscaya dalam keterangannya, Kamis (30/9).

Sebanyak 19 peserta delegasi Indonesia akan menampilkan karya-karya terbaiknya dalam bidang game developing, game publishing, dan game service di pentas salah satu pameran dagang serta eksibisi video game terbesar dan terkemuka di dunia. Seluruh peserta akan mengikuti kegiatan business to business (B2B) meeting melalui Business Matching System yang disediakan oleh TGS. Sejumlah produk gim Indonesia juga akan ditampilkan di dalam Exhibitor Showroom TGS yang memuat paviliun virtual Archipelageek by Indonesia Goes to Tokyo Game Show 2021.

Selain itu, para delegasi akan diberikan akses untuk berpartisipasi dalam kegiatan MeetToMatch The Tokyo Edition 2021, platform independen, yang diselenggarakan bersamaan dengan event TGS. Ini akan mempertemukan para delegasi dengan pelaku bisnis internasional di industri game global dalam layanan matchmaking business. Para investor atau pelaku bisnis ini juga biasanya adalah partisipan di dalam event TGS.

Partisipasi Indonesia di event ini juga didukung oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Jepang, merangkap Federasi Mikronesia, Heri Akhmadi, berharap kesempatan ini dapat dimaksimalkan seluruh delegasi yang terlibat. "Event (Tokyo Game Show) ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta untuk dapat meningkatkan profil serta bisnis dari industri game Indonesia secara umum," jelasnya.

Partisipasi Indonesia dalam event ini telah dimulai sejak pertengahan tahun, tepatnya Juli 2021 saat pendaftaran peserta dibuka melalui mekanisme open call. Sejumlah peserta yang mendaftar kemudian diseleksi kembali melalui program kurasi produk yang dibantu oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI). Setelahnya, peserta terpilih diikutkan dalam kegiatan pembekalan untuk memastikan kesiapan peserta dalam mengikuti rangkaian acara TGS 2021. Kegiatan ini didukung KBRI Tokyo dengan menghadirkan sesi Webinar yang melibatkan Creek & River, salah satu agensi terkemuka asal Jepang dalam bidang digital economy.

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Cipto Adiguno, mengatakan, partisipasi Indonesia dalam TGS tahun ini sebagai salah satu bentuk konsistensi kolaborasi antara pemerintah dengan stakeholder industri game nasional untuk memajukan produk game Indonesia di pasar global. "Dengan semakin konsistennya kita mengirimkan delegasi Indonesia dalam event-event semacam ini, semakin membuat gim Indonesia dikenal di industri gim mancanegara, sehingga pada gilirannya juga akan meningkatkan profil industri gim lokal kita di dunia," ujarnya.

Delegasi Indonesia yang mengikuti TGS 2021 yaitu 4happy Studio, Agate, Algorocks, Ayoo Kreasi, Big Fire Studio, Engram Interactive, Extra Life Entertainment, Gambir Studio, GameChanger Studio, Joyseed Gametribe, Lyto, Megaxus Infotech, Melon Indonesia, Rainman Studios, Satriver Studio, Seraph Games, Vertwo, Wisageni Studio, dan Xelo Games.

Menparekraf Sandiaga Uno menambahkan industri gim bisa menjadi modal tersendiri bagi kebangkitan subsektor ekonomi kreatif di tengah pandemi. Terlebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia, aplikasi dan permainan (gim) pada 2020 menempati posisi ke-7 penyumbang terbesar terhadap PDB ekonomi kreatif Indonesia.

"Nominal sebesar Rp24,88 triliun atau sekitar 2,19% sumbangan subsektor aplikasi dan game developer untuk PDB nasional. Ini juga sejalan dengan janji Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan e-sport dan industri gaming yang menjadi salah satu modal bangsa," kata Sandi, Kamis (30/9).

Sandi menjelaskan pihaknya akan terus berupaya membuka akses pasar seluas-luasnya khususnya bagi para pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi atau gim. Terlebih di tengah situasi pandemi covid-19 saat ini, subsektor aplikasi game developer (AGD) malah menunjukkan tren kenaikan positif dibandingkan dengan subsektor lain. Tercatat subsektor AGD memiliki nilai pertumbuhan positif tertinggi kedua setelah subsektor TV dan radio.

"Dengan jumlah pertumbuhan sebesar 4,47%, harapan kami, gim menjadi pandemic winner untuk mendorong pergerakan ekonomi Indonesia bersama subsektor prioritas dan unggulan lain. Saya mengajak para stakeholders di Indonesia untuk tetap positif dan optimistis karena melihat kondisi ini sangat dinamis tapi kami yakin di industri gim ada peluang yang harus dimanfaatkan untuk menjadi pemenang," katanya. (OL-14)

BERITA TERKAIT